Mengapa bai’at Tanzhim sebagai bai’at Khilafah merupakan kebodohan yang besar terhadap Ilmu Dien

Duniaekspress.com. (17/09/2019). Syaikh Abdul Walid Al-Ghazzi Al Anshari Hafizhahullah berkata, “Adapun menganggap pembai’atan dari kelompok-kelompok atau tanzhim-tanzhim  yang ada sebagai bai’at Khilafah atau Al-Imamah al-‘Uzhma, atau membawa suatu hadist yang melarang menyelisihi jama’atul Muslimin, bahwa orang yang meninggal sedangkan ia tidak berbai’at maka ia mati dalam keadaan Jahiliyah.

Atau Hadist lain yang senada dengan hadist ini untuk dimaksudkan pada suatu golongan atau kelompok-kelompok merupakan suatu kebodohan yang besar terhadap agama. Bahkan merupakan bid’ah yang sesat dan pelanggaran terhadap ummat Islam. Jika kelompok itu menghalalkan darah orang yang keluar darinya atau bersebrangan dengannya, -sebagaimana halalnya darah orang yang keluar dari Imam Al-A’dzam atau memisahkan diri dari Jama’atul Muslimin- maka ia telah memperbesar fitnah. Ia telah meniti satu bukit dari bukit-bukit Khawarij yang telah diperingatkan oleh Rasulallah shallallahu’alaihi wassalam, akan kemunculannya.

Sebab, yang dimaksud dalam hadist-hadist tersebut menurut semua ulama adalah Imam Al-A’dzam yang mana Ahlul Halli wal ‘Aqdi dari kaum Muslimin sepakat satu suara tentangnya.”

Bersambung …

 

Baca juga, KHAWARIJ LEBIH BERBAHAYA DARIPADA ORANG-ORANG KAFIR BAGI UMMAT INI DALAM HAL KERUSAKAN BUKAN DALAM HAL KESESATAN