DUNIAEKSPRESS.COM (20/9/2019)- Koalisi Saudi meluncurkan operasi militer di utara kota pelabuhan Yaman Hudaidah terhadap apa yang digambarkan sebagai “target militer yang sah”, Ekhbariya TV yang dikelola pemerintah melaporkan pada hari Jumat.

Koalisi mengatakan telah menghancurkan empat lokasi yang digunakan Houthi dalam merakit kapal dan ranjau laut yang dikendalikan dari jarak jauh untuk membantu melindungi kebebasan navigasi maritim.

Sebelumnya ia menyerukan warga sipil untuk menjauh dari lokasi yang ditargetkan dan menegaskan bahwa operasi militer dilakukan dengan cara yang mengikuti hukum humaniter internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Baca Juga:

SAUDI BOMBARDI MILISI PRO IRAN DI ALBU KAMAL

SERANG DI KILANG MINYAK, SAUDI UNGKAP KETERLIBATAN IRAN

Sebelumnya diberitakan, pesawat-pesawat jet tempur Arab Saudi dilaporkan membombardir posisi milisi pro Iran di kota Albu Kamal, Suriah timur yang berbatasan dengan Irak. Serangan itu diduga sebagai pembalasan setelah kilang minyak terbesar Aramco Saudi diserang secara besar-besaran, di mana Amerika Serikat menuduh Iran sebagai pelakunya.

Laporan serangan jet-jet tempur Riyadh itu diungkap surat kabar Independent Arabia dengan mengutip sumber Barat. Sumber yang dikutip mengatakan operasi Saudi mengakibatkan para milisi tewas dan luka serta beberapa gudang senjata, yang di dalamnya mencakup rudal dan drone.

“Jet tempur Saudi, termasuk jet (dari negara lain) memantau perubahan posisi milisi Iran, terutama yang dilakukan Pasukan Quds di Albu Kamal dan daerah lain di perbatasan Irak-Suriah, menghancurkan gudang, baterai, rudal, dan pangkalan drone yang diyakini akan digunakan oleh Iran untuk menyerang target Saudi lainnya setelah menargetkan Aramco,” kata sumber tersebut yang menolak disebutkan namanya, yang dilansir Al Arabiya, Kamis (19/9/9).