Siapa saja Masyayikh yang bersebrangan dengan Khilafah (ISIS) mereka maka Dia telah menyelisihi  Manhaj

Duniaekspress.com. (21/09/2019). Syaikh Abu Fadhl Umar Hadusi –Hafidzahullah- berkata, “Siapa pun Masyayikh yang bersebrangan dengan Kekhilafahan mereka maka ia telah menyelisihi manhaj. Menurut mereka, orang yang bersebrangan (dengan daulah ISIS) dikafirkan tanpa kecuali. Tidak ada dua pendapat. Menurut mereka, tuduhan telah tersedia antek (agen) thogut.

Di dalam benak mereka  tiada kata, siapa tahu ia memiliki udzur yang membuatnya tidak bisa dicela; ijtihad. Kebenaran adalah sifat yang hanya dikhususkan bagi mereka. Selain itu adalah kekejian dari setan.

Siapa saja yang berada di atas manhaj mereka maka ia; Baqiyah (kekal), maaf baqi’. Dan siapa saja yang menyelisihi mereka hendaklah pergi ke neraka meskipun ia menjaga Al-qur’an dan As-sunnah. Khilafah dan siapa saja yang berada di belakangnya ibarat banjir. Jika telah datang sungai Baqiyah maka hilanglah sungai ilmu. Pemikiran merekalah yang menjadi faktor kemenangan!”

Dan Syaikh Abu Fadhl Umar Hadusi berkata, “Jihad di negeri Syam itu bersih tapi di nodai daesh (ISIS) dengan kebodohan mereka. Mereka menetapkan wala’ dan baro’ berlandaskan khilafah kartun mereka. Mereka tidak menggunakan akalnya, bertaklid kepada beberapa orang dari para Revolusioner tanpa mengenal tahap.”

 

Bersambung …

 

Baca juga, MEMBACA ROAD MAP DEISLAMISASI OLEH BARAT