DUNIAEKSPRESS.COM (23/9/2019)- Lebih dari 350 orang telah ditangkap di seluruh Mesir dalam gelombang demonstrasi terbaru terhadap Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi, menurut sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Kairo.

Dalam sebuah pernyataan, Komisi Hak Asasi dan Kebebasan Mesir (ECRF) mengatakan 356 orang telah ditangkap sejak protes dimulai pada hari Jumat.

Mahienour El-Masry, seorang aktivis Mesir dan pengacara hak asasi manusia, serta wartawan dan mahasiswa, termasuk di antara mereka yang ditangkap, kata pernyataan itu.

Baca Juga:

DEMONSTRAN ANTI EL-SISI BENTROK DI SUEZ

RIBUAN DEMONSTRAN TUNTUN EL-SISI MUNDUR

Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Kairo tengah dan beberapa kota pada hari Jumat melawan al-Sisi, seorang mantan jenderal angkatan darat yang berkuasa pada tahun 2014 setelah mengusir Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis.

Protes datang sebagai tanggapan atas permintaan al-Sisi untuk mundur oleh Mohamed Ali, mantan kontraktor militer, yang menuduh al-Sisi dan militer korupsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan keamanan Mesir bentrok dengan ratusan pengunjuk rasa di kota pelabuhan Suez. Menurut laporan media, pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan yang meminta Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk mundur.

Kerusuhan pada hari Sabtu (21/9) terjadi sehari setelah ribuan orang turun ke jalan-jalan di beberapa kota di Mesir dalam sebuah aksi langka dari yang terajdi di rezim el-Sisi, yang telah mengawasi serta penumpasan terhadap perbedaan pendapat termasuk memenjarakan ribuan pembangkang dan pelarangan protes.