Urgensi Membentuk Gerakan Penyelamatan Ummat

DUNIAEKSPRESS.COM (23/9/2019)- Perlu dicamkan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir. Tidak ada Nabi dan Rasul setelahnya. Maka umatnya adalah umat terakhir dan tidak ada umat setelah umat Muhammad. Kurun waktu yang terbentang sejak diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul adalah kurun waktu yang disebut dengan akhir zaman. Zaman terakhir sebelum tiba kiamat.

Ujian demi ujian, fitnah demi fitnah, kegilaan demi kegilaan yang disebutkan Nabi dalam hadis-hadis tentang akhir zaman adalah ujian, fitnah, kegilaan yang akan dihadapi umatnya sepeninggalannya. Makin jauh usia umat dari masa kenabian maka semakin besar fitnah dan ujian yang akan dihadapinya hingga fitnah paling besar yang akan dihadapi umat ini adalah fitnah Dajjal. Ilmu akan diangkat, kebodohan semakin kokoh, khamar akan diminum dan dihalalkan, zina, perselingkuhan, seks sesama jenis akan merebak, dilakukan terang-terangan, bahkan ada yang melakukannya di jalanan hingga puncaknya ada segolongan -bahkan anggota majelis ulama- menghalakan zina padahal zina adalah perbuatan buruk, keji, mungkar yang sudah dikenal sejak dulu kala dan bahkan nurani dan nalar kita mengingkarinya.

Baca Juga:

SOLUSI BERTAHAN DI ERA FITNAH

Keumuman hadis-hadis tentang akhir zaman adalah hadis-hadis yang menceritakan fenomena sosial artinya kerusakan sosial. Ada beberapa hadis yang menceritakan tentang fenomena alam, seperti hadis tentang meningkatnya frekuensi gempa bumi, namun jumlahnya sedikit. Kebanyakan hadis-hadis yang menceritkan fenomena alam adalah hadis-hadis yang terkait dengan tanda-tanda kiamat besar seperti kabut asap, matahari terbit di barat, keumuman hadis-hadis itu bukan tanda-tanda kiamat kecil. Hadis-hadis tentang fenomena alam tanda-tanda kiamat besar masih jauh -insyAllah- karena harus melalui beberapa tanda-tanda kiamat kecil. Artinya, dari keterangan di atas, umat harusnya lebih fokus menghadapi dan antisipasi tanda-tanda kiamat kecil yang diinformasikan Nabi.

Di antara bentuk antisipasi kerusakan sosial seperti yang dijanjikan Nabi dalam hadis-hadis nubuwah akhir zamannya, adalah membentuk gerakan penyelamatan umat atau harakatul inqadz. Yaitu gerakan aplikatif yang langsung bergerak dengan potensi-potensi umat yang lain untuk menyelamatkan generasi di bawah kita dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan ujian selanjutnya hingga di tangan merekalah kejayaan yang dinantikan wujud. Selain itu, gerakan penyelamatan tersebut adalah gerakan dakwah dan pembinaan umat, gerakan yang diwajibkan Allah dalam ayat-ayatNya. Gerakan dakwah dan pembinaan ini adalah Faridhah syar’iyyah (kewajiban syariah) dan Dharurah basyariyah (kebutuhan darurat manusia). Hal ini Allah tegaskan dalam firmanNya:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan harus ada di antara kalian kelompok yang eksis berdakwah kepada kebajikan (mendakwahkan Islam), dan menyeru berbuat yang baik, serta melarang yang mungkar. Dan mereka yang bersifat demikian adalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. ‘Ali Imran/3: 104).
Perhatikan komentar Imam Ibnu Katsir terhadap ayat di atas: “Maksud dari ayat ini, hendaklah ada sebahagian umat ini yang menegakkan perkara ini (dakwah, amar makruf dan nahi mungkar)”. Sabda Nabi SAW :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ

Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, hendaknya kalian melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Azza wa Jalla tidak mengabulkan do’a kalian. (HR Ahmad dan Tirmidzi dan dihasankan oleh Albâni dalam Shahîhul Jâmi’).

Strategi terbaik untuk menghadapi pertempuran hak dan batil di etape sekarang adalah dengan meenyiapkan generasi ‘Shalahuddin Al-Ayyubi’ sebagaimana Imam Ghazali menyiapkan Shalahuddin dahulu. Bergandengan dengan elemen gerakan Islam yang lain untuk mebuat komunitas yang aman (basis aman) untuk generasi dari upaya penggerusan adab, baratisasi, sekulerisasi, hingga mereka siap untuk diantarkan menjadi pejuang di etape berikutnya. Dan hal itu baru akan terwujut jika ada gerakan penyelamatan umat yang eksis dan serius. Gerakan yang bergandengan dengan eleman dan gerakan Islam yang lain membangun basis aman untuk generasi pelanjut, mengajarkan mereka tabiat agama ini dan membina mereka untuk siap dengan tantangan selanjutnya dan keadaan yang lebih berat. [ ayah_shalih]