DUNIAEKSPRESS.COM (25/9/2019)- Di tengah aksi mahasiswa yang terjadi berbagai wilayah Indonesia, beredar video aksi arogan pihak kepolisian yang mengejar para demonstran ke dalam masjid. Parahnya, aparat tersebut tampak tetap menggunakan sepatu dan peralatannya saat di dalam masjid.

Dalam keterangan video yang dibagikan akun @makassar_iinfo di Instagram tersebut dijelaskan peristiwa itu terjadi di Kota Makassar, pada Selasa (24/9/9).

“Polisi menangkap mahasiswa sampai masuk ke dalam mesjid. Hal ini buntut dari bentrokan mahasiswa dan aparat kepolisian sore tadi. Lokasi : Kota Makassar,” tulis keterangan @makassar_iinfo.

Baca Juga:

CHINA BONGKAR PAKSA 3 MASJID

DUKUNG ISIS, SINGAPURA TAHAN 3 TKW INDONESIA

Video tersebut langsung menuai reaksi keras dari netizen. Dalam satu satu jam, video tersebut langsung mendapat lebih dari 33 ribu respons dari netizen.

“Spatunya pak,” tulis komentar @rzwndi_.

“Bisa lepas sepatu kah boss.. Orang pake sholat dang ituu..,” tulis komentar @wandi_alwielamagangka.

“Sopan dikit dong pak itu kaki,” tulis komentar @nabilah_silah99.

Video polisi masuk masjid mengejar mahasiswa yang beredar di grup-grup WA. Polda Sulsel membenarkan peristiwa tersebut.

Ada dua video yang beredar, berdurasi 7 detik dan 22 detik. Dua video tersebut menggambarkan beberapa polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm dan bersepatu menangkap sejumlah orang yang diduga mahasiswa pendemo di dalam masjid.

Suara perempuan berlogat khas Makassar terdengar dari video tersebut. Polisi membenarkan peristiwa itu.

Berikut penjelasan polisi yang disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani kepada wartawan, Selasa (24/9/9):

KLARIFIKASI VIDEO ANGGOTA POLRI MENGEJAR MAHASISWA DI MASJID

AWAL BEREDARNYA VIDEO TERSEBUT, MEMANG MIRIP KEJADIAN DI PETAMBURAN JAKARTA. NAMUN SETELAH DILAKUKAN PENGECEKAN DI LAPANGAN, BAHWA MEMANG BETUL MASJID ITU ADA DI SEBELAH KANTOR DPRD SULSEL.

KRONOLOGIS KEJADIAN, ANGGOTA YG SEDANG MELAKUKAN PENGAMANAN DEMONSTRASI DI KANTOR DPRD, DILEMPAR MAHASISWA DG BATU. PASCA LEMPARAN ITU TERJADILAH PENGEJARAN MAHASISWA OLEH ANGGOTA, NAMUN MAHASISWA BERSEMBUNYI DI MASJID SAMPING DPRD. MAHASISWA YG MELEMPAR PETUGAS SENGAJA MENJADIKAN MASJID SEBAGAI TAMENG. AKHIRNYA PETUGAS MENANGKAP MAHASISWA PELAKU PELEMPARAN YG BERSEMBUNYI DI MASJID.

SEHUBUNGAN DENGAN HAL TERSEBUT DI ATAS, POLDA SULSEL MOHON MAAF YG SEBESAR BESARNYA ATAS INSIDEN TERSEBUT.

OKNUM YG MELAKUKAN TINDAKAN BERLEBIHAN AKAN DIPROSES SECARA HUKUM. NAMUN MAHASISWA PELAKU PELEMPARAN JUGA AKAN DIPROSES SECARA HUKUM. PROPAM SEGERA MELAKUKAN PENYELIDIKAN TERHADAP INSIDEN TERSEBUT.

DEMIKIAN KLARIFIKASI INI KAMI BUAT ATAS PETUNJUK BAPAK KAPOLDA SULSEL