DUNIAEKSPRESS.COM (24/9/2019)- Pro ISIS, tiga pembantu rumah tangga asal Indonesia ditahan di Singapura, tak hanya sekedar mendukung ISIS, menurut Kementerian Dalam Negeri Singapura mereka juga menyumbangkan dana untuk kelompok tersebut.

Lebih lanjut Kementerian Dalam Negeri (MHA) mengatakan, ketiga warga negara Indonesia (WNI) itu terpengaruh ceramah pemimpin JAD, Aman Abdurrahman sehingga mereka pro ISIS.

Ketiganya adalah Anindia Afiyantari, 33, Retno Hernayani, 36, dan Turmini, 31. Mereka ditahan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Internal dan sedang diselidiki karena mendanai terorisme

Kementerian Dalam Negeri Singapura juga menyebut dua TKI pro ISIS ini ingin bertolak ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Mereka bahkan menyatakan ingin menjadi pelaku bom bunuh diri.

Baca Juga:

KEDUBES AS DI IRAK DIHANTAM ROKET

LEBIH DARI 50 ORANG PALESTINA DITANGKAP DI TEPI BARAT DAN YERUSALEM

Dalam rilis yang dikirim Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Singapura telah meminta akses kekonsuleran. Pihak KBRI juga telah menemui salah satu WNI, SS pada 13 September 2019.

Berdasarkan hasil penyelidikan, SS tidak memiliki hubungan aktif dengan jaringan terorisme sehingga dia dibebaskan dan langsung direpatriasi ke Indonesia pada 15 September 2019.

Sedangkan RH, TM dan AA telah dikunjungi KBRI Singapura di Penjara Changi pada 19 September 2019.

MHA menjabarkan tiga TKI itu saling mengenal sekitar 2018 lalu, ketika ketiganya mulai terpapar radikalisme.

“Selama itu, mereka mengembangkan jaringan kontak antara pendukung kelompok militan asing secara online, termasuk ‘online boyfriends’ yang berbagi ideologi pro-ISIS yang sama dengan mereka,” bunyi pernyataan MHA seperti dikutip Channel NewsAsia pada Senin (23/9).