DUNIAEKSPRESS.COM (26/9/2019)- Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta aparat Kepolisian yang mengamankan demonstrasi agar tidak represif atau dengan kekerasan dalam bentuk apa pun serta mengormati tempat ibadah dan ruang publik.

“Tegakkan hukum dan ketertiban dengan benar, adil, objektif, dan moral yang tinggi. Hormati tempat ibadah dan ruang publik agar tetap terjaga dengan baik,” kata Haedar dalam keterangan tertulisnya, Rabu, ( 25/9/9).

Haedar menilai aksi mahasiswa Indonesia yang secara murni memperjuangkan aspirasi rakyat berkaitan dengan Undang-Undang KPK hasil revisi dan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang kontroversial lainnya.

Baca Juga:

AROGAN, DENGAN SEPATU POLISI KEJAR MAHASISWA KEDALAM MESJID

CHINA BONGKAR PAKSA 3 MASJID

Demonstrasi seyogianya berjalan sesuai tujuan awal, yaitu terkait sejumlah RUU yang dinilai kontroversial. Dia berpesan agar aksi demonstrasi berjalan tertib dan tak anarkistis.

Para tokoh politik, pejabat negara, dan elite bangsa untuk turut menjaga situasi kondusif dengan tak melontarkan opini yang justru membuat suasana menjadi keruh.

Haedar menyarankan agar semua pihak tetap mengutamakan kepentingan dan keutuhan Indonesia di atas kepentingan diri, kelompok, institusi, dan lainnya. Aksi mahasiswa pun hendaknya tidak dipolitisasi atau diperkeruh yang menyebabkan keadaan makin tidak kondusif.

“Bangsa ini memiliki banyak masalah dan tantangan yang tidak ringan; karenanya diperlukan persatuan, kebersamaan, suasana aman dan damai, modal rohani dan akal budi, serta keseksamaan semua pihak dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Haedar.

Media sosial hendaknya dijadikan sarana interaksi hidup damai dan keluhuran akal budi sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang religius dan berkeadaban luhur, serta tidak dijadikan sarana menyebarkan hoaks dan segala bentuk provokasi yang dapat merugikan masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebelumnya diberitakan, Di tengah aksi mahasiswa yang terjadi berbagai wilayah Indonesia, beredar video aksi arogan pihak kepolisian yang mengejar para demonstran ke dalam masjid. Parahnya, aparat tersebut tampak tetap menggunakan sepatu dan peralatannya saat di dalam masjid.

Dalam keterangan video yang dibagikan akun @makassar_iinfo di Instagram tersebut dijelaskan peristiwa itu terjadi di Kota Makassar, pada Selasa (24/9/9). [viva]