Orang-orang ekstrem itu akalnya tertutup dan kepala mereka dipenuhi dendam

Baca sebelumnya, KHILAFAH (AL-BAGHDADI) YANG ADA BUKAN UNTUK MENJAGA DIEN INI, TETAPI UNTUK MENUMPAS ORANG YANG BERSEBRANGAN

Duniaekspress.com. (25/09/2019). Syaikh Abu Fahdl Umar Al-Hadusi berkata, “Perkataan orang-orang ekstrem dianggap lurus dan dibenarkan, sedangkan perkataan selain mereka adalah bisikan syetan. Mereka seperti apa yang dikatakan oleh Penyair ;

‘Kita mendatangi Saad supaya ia kumpulkan kekuatan kita,

Lalu Saad memecah belah kita maka apa perlu kita dengan Saad’

Mayoritas dari mereka tidak berilmu dan tidak mau menerima kebenaran, meskipun kebenaran itu keluar dari lisan salah seorang Imam (Ulama). Maka dari itu, perkembangan yang baru harus mengikuti manhaj mereka. Kalau tidak, mereka akan mengangkat pedangnya dipersimpangan jalan.

Sufyan Ats-Tsauri –Rahimahullah- berkata, “Jika anda melihat seseorang melakukan sesuatu yang masih diperselisihkan, sementara anda memiliki pendapat yang tidak sama dengannya maka janganlah anda melarangnya”.

Mereka (daulah ISIS) tidak tahu jika Imam Malik menolak saat Khilafah Manshur ingin memaksakan kitabnya, Al-Muwatha’, sebagai rujukan ummat, meskipun beliau memegang Madrasah Madinah. Dan itu adalah Madrasah Fikih paling baik dimata Syaikhul Islam.

Otak-otak koloni penjajah, akal-akal tertutup, dan kepala-kepala yang dipenuhi dendam, mereka mengenal kebenaran dari orangnya, bukan mengenali kebenaran untuk mengenali siapa orangnya (pemegang kebenaran). (Sesungguhnya Muhammad sudah wafat), mereka mendahulukan individu daripada asas-asas agama mereka mengaburkan fakta, membalikkan timbangan. (Barangsiapa menyembah Muhammad maka sesungguhnya Muhammad telah wafat). Mereka mendahulukan individu daripada asas-asas agama, mengaburkan fakta dan membalikkan timbangan. Mereka memiliki misi, yaitu menjaga Khilafah yang tidak jelas.

Karena Khilafah berubah menjadi bengkel kerja dan mata pencaharian, menjadi toko, ketika diam menjadi pengkhianatan, berdiam diri adalah pengecut, melanggar adalah dosa, pada saat itu anda tidak dapat berpihak pada siapapun.

Duhai seandaikanya kalian mengetahui bagaimana mereka ketika berselisih. Sebagian dari mereka tidak memiliki adab berdiskusi dan asas-asas berdebat, selalu membuat polemik, caci maki , pertempuran, serta menguasai kamus caci maki.

Akan tetapi, wahai orang-orang yang mengharapkan perbaikan, majulah dan janganlah menoleh kepada mereka. Kenalilah punggungmu dari orang rendahan dan lemah akal, katanlah :

‘Betapa lelahnya orang-orang yang memanggilmu dan tidak kamu jawab dan betapa marahnya orang yang memusuhimu dan tidak kamu anggap’.

Syaikh abu Fadhl Umar Al-Hadusi berkata pula, “Orang-orang ekstrem itu adalah kuman zaman ini, dan hewan tunggangan yang dikendarai setan. Di dalam diri mereka terdapat sifat-sifat ingkar janji, berkhianat, tidak tahu malu, fasik dan lisan yang kotor. Khawarij lebih bersih dari mereka. Semoga Allah membungkam lisan mereka.

Demi Allah, saya yakin sekali bahwa jihad di Negeri Syam mengalami kemunduran disebabkan (sifat) Ghuluw, bohong, khianat, ingkar janji dan apa yang kita lihat pada hari ini, yaitu pembunuhan kaum Muslimin dengan tuduhan Shahawat (tentara bayaran). Ini contoh Kecilnya’. (RR)

 

Baca juga, SOLUSI BERTAHAN DI ERA FITNAH