DUNIAEKSPRESS.COM (2/1/2019)- Sejumlah mahasiswa Universitas Birzeit mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata yang ditembakan tentara Zionis dalam bentrokan yang terjadi di pintu masuk utara Al-Bireh, Selasa (1/10).

Menurut Pusat Informasi Palestina, aksi demonstrasi mahasiswa ini digelar di dekat pos pemeriksaan militer atas seruan gerakan mahasiswa di depan Universitas Birzeit dalam rangka mendukung tawanan Samer al-Arbeed dan semua tahanan di penjara-penjara Israel.

Tentara Israel menembakkan gas air mata, bom suara dan peluru logam berlapis karet kepada para demonstran.

Baca Juga:

LEBIH DARI 83 WANITA DITAHAN SELAMA AKSI PROTES DI MESIR

Sementara itu, Pusat Hukum Nurani yang mewakili Arabeed menyebutkan, dia ditangkap pada Rabu lalu dan dalam keadaan sehat, kemarin sore dipindahkan ke rumah sakit, tanpa menyebutkan alasan sakitnya hingga kondisi kesehatanya terus menurun.

Arabeed ditangkap awal bulan ini bersama dengan yang lain. Ia dibebaskan pada dua pekan kemudian setelah dia menolak untuk menyetujui penerbitan surat perintah penangkapan administratif terhadapnya.

Lalu dia ditangkap lagi pada hari Rabu pagi dan dibawa ke penjara al-Maskobiya Al-Quds untuk diinterogasi, sementara pihak penyidik menolak pengacara Arabeed menemuianya.

Di pihak lain, keamanan Shin Bet mengklaim bahwa pemimpin sel perlawanan yang melakukan operasi syahid Dolip adalah Samer Arabeed (44 tahun) dari Ramallah. Ia bergabung dengan Front kerakyatan dan menyiapkan alat peledak serta meledakkannya dari jarak jauh terhadap kerumunan para pemukim Zionis hingga sejumlah pemukim tewas dan beberapa orang luka-luka dengan kondisi berbeda.

Menyusul penangkapan Samer Arabeed, media Ibrani melaporkan pemimpin PFLP Samer Arbid berada dalam kondisi putus asa setelah diinterogasi oleh Shin Bet dengan atas izin pengadilan khusus.