DUNIAEKSPRESS.COM (3/10/2019)- Pihak berwenang Malaysia mendakwa tiga orang pekerja Indonesia yang sebelumnya terjaring dalam operasi melawan teroris. Ketiga orang yang sudah ditahan itu didakwa memiliki bahan propaganda terkait terorisme.

“Dua pria dan seorang perempuan diketahui menyimpan materi terkait terorisme yang terhubung dengan Islamic State (ISIS) di ponsel mereka,” sebut pihak Pengadilan Miri, seperti dikutip The Star, Rabu, (2/10/2019).

Ketiganya dibawa ke Pengadilan Sesi Miri untuk didakwa dan perpanjangan penahanan mereka.

Baca Juga:

PEMUKIM YAHUDI ANIAYA TIGA BOCAH PALESTINA

KONVOI MILITER DIHANTAM BOM RANJAU DI MOGADISHU

Ketiganya diketahui dengan inisial SS, 26 tahun dan istrinya AR, 23 tahun dan pekerja laki-laki lainnya AS 32 tahun.

“Namun, tidak ada permohonan banding yang dicatat dan pengadilan telah memperpanjang penahanan mereka hingga kasus kembali disebutkan pada 3 Desember,” imbuh pernyataan pengadilan.

Ketiganya ditangkap oleh polisi Miri pada 14 September di tempat tinggal mereka yang terletak di sepanjang jalan raya Miri-Bintulu.

Pihak Malaysia menangkap mereka dalam penggerebekan terpisah yang meringkus 13 warga negara Indonesia. Mereka diduga mendukung ISIS karena mempromosikan ideologi kelompok dan merekrut anggota baru di media sosial dengan tujuan meluncurkan serangan.