Daulah ISIS menguatkan perpecahan melawan persatuan Islam

Baca sebelumnya, PERBEDAAN ANTARA AL-QAIDAH DAN DAULAH ISIS TERKAIT PERMASALAHAN AQIADAH

Duniaekspress.com. (06/10/2019). Syaikh Azzam Al-Amriki –Semoga Allah menerimanya- berkata, “Sesungguhnya menghilangkan perbatasan antara Suriyah dan Iraq hanya sedikit lebih sulit dari memetik daun ara, bahkan andai kita menerima bahwa mereka telah menghancurkan satu-satunya pembatas itu, maka perpecahan moral dan material masih tetap ada, sebagai penghambat persatuan Islam, yang akan menjadikan fraksi Daulah Islamiyyah (ISIS) lebih berdosa lagi karena menimbulkan dan memperkokoh perpecahan itu.

Persoalan ini juga mencakup takfir dan merenggut darah kaum Muslimin tanpa hak, menampilkan kelompok yang fanatik kepada satu jama’ah dan Amir, terlibat dalam peperangan suku seperti pada masa jahiliyah atau sebelum Islam. “Tolonglah saudara kamu yang berbuat zalim maupun yang terzalimi”. Mengaggap dirinya sebagai satu-satunya jama’ah yang syar’i. Manhajnya adalah satu-satunya manhaj yang paling bener dari sisi syari’at, melanggar perjanjian untuk mendengar dan taat tanpa ada alasan syar’i adalah wajib hukumnya bagi semua ummat dan masih banyak lagi penampilan-penampilan lain yang menimbulkan perpecahan dan perselisihhan.

Adapun berkenaan dengan seruan pemimpin Jama’ah ini tentang persatuan Mujahidin, itu hanya mengarah pada satu makna saja. Yaitu, bagi semua jama’ah yang lain untuk melepas bendera-bendera mereka kemudian bersatu di bawah bendera “Daulah Islamiyah (ISIS)”. Jika mereka tidak mau melakukan itu maka paling ringan mereka di cap sebagai khawarij dan pemberontak, dan paling berat di cap sebagai orang-orang kafir dan Murtad. Jelas sekali bahwa hal itu tidak sesuai dengan asas persatuan antara Mujahidin yang diutarakan oleh Syaikh Usamah bin laden rahimahullah. Itu hanyaah, “Persatuan” tiran yang tidak toleran dengan keragaman dan perbedaan apa pun. Istilah-istilah dan syi’ar-syi’ar Islam, yang mereka dengungkan tidaklah bisa mengubah fakta yang terjadi atau sekedar menyembunyikan fakta.”

 

Baca juga, PEMIMPIN ADALAH PERISAI