DUNIAEKSPRESS.COM (8/10/2019)- Sedikitnya 10 orang tewas setelah sebuah minibus yang membawa orang-orang yang direkrut untuk menjadi pasukan keamanan Afghanistan ditabrak di kota Jalalabad di Afghanistan timur, kata sumber-sumber pemerintah.

“Bom meledak dengan dahsyat dan melukai 27 lainnya,” kata Ataullah Khogyani. “Korban termasuk orang yang direkrut dan warga sipil, termasuk seorang anak” tambahnya.

Tidak ada klaim pertanggungjawaban dari peristiwa tersebut.

Baca Juga:

TURKI SERANG PANGKALAN PASUKAN KURDI DI HASAKAH

Rahim Jan, seorang pencuci mobil yang berada di dekat lokasi ledakan, mengatakan ledakan besar itu menjatuhkannya ke tanah.

“Ketika mencoba berdiri, saya melihat banyak orang mati dan terluka di jalan,” katanya kepada kantor berita AFP dari rumah sakit setempat.

“Aku terluka di tanganku. Saudaraku juga terluka.”

Berita itu muncul ketika sebuah organisasi hak-hak anak mengatakan bahwa setiap anak yang lahir dan besar di Afghanistan dalam 18 tahun terakhir telah mengalami dan terkena dampak perang dan konflik di negara mereka.

Pernyataan Save the Children dikeluarkan pada hari yang menandai 18 tahun sejak intervensi pimpinan AS di Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Pentagon.

Menurut pernyataan itu, “diperkirakan 20 juta anak terbangun setiap hari karena takut akan tembakan atau bom dan terbunuh atau cacat di jalan-jalan, sekolah atau rumah mereka.”

Lebih lanjut pernyataan itu menambahkan bahwa 12.500 anak-anak terbunuh atau cacat antara tahun 2015 dan 2018, 3,7 juta anak-anak – 60 persen dari mereka anak perempuan – tidak bersekolah, dan 3,8 juta anak-anak membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Pembicaraan damai berbulan-bulan antara AS dan Taliban, yang telah melancarkan pemberontakan bersenjata sejak digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001, telah meningkatkan harapan untuk mengakhiri konflik tetapi akhirnya terhenti bulan lalu ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan pembicaraan. [al jazeera]