DUNIAEKSPRESS.COM (9/10/2019)- Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada hari Selasa (8/10) menyatakan bahwa Turki adalah satu-satunya negara NATO yang berperang melawan organisasi teroris Daesh (ISIS, red).

Kementerian itu menyatakan di twitter bahwa Turki paling menderita dari serangan berdarah ISIS dan telah memerangi organisasi di dalam dan di luar perbatasan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan ISIS di timur Sungai Eufrat juga.

Pernyataan itu juga mencatat bahwa selama operasi Perisai Efrat, Angkatan Bersenjata Turki memberikan pukulan besar pada Daesh dalam hal militer dan ideologi dengan berhasil merebut Dabiq di Suriah utara yang merupakan tempat suci para teroris.

Baca juga:

DIHUJANI KRITIKAN, K-POP BTS TETAP MANGGUNG DI SAUDI

KEBANYAKAN SIFAT KHAWARIJ ADA PADA DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Dalam dua tahun terakhir, operasi Euphrates Shield dan Olive Branch Turki membebaskan wilayah tersebut dari teroris YPG / PKK dan ISIS, memungkinkan ratusan ribu warga sipil yang terlantar untuk kembali ke rumah mereka.

PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah melakukan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun, yang mengakibatkan kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga. [Anadolu]