Beberapa kesalahan Syar’i dalam mendeklarasikan Khilafah daulah Islamiyah (ISIS)

Duniaekspress.com. (17/10/2019). Syaikh Abdul Mundzir Asy-Sinqithi Hafizhahullah berkata, “Ada beberapa kesalahan Syar’i yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di dalam Daulah Islamiyah (ISIS) ketika mereka mendeklarasikan Khilafah, diantaranya :

  1. Pengumuman Khilafah oleh Abu Bakar Al-Baghdadi meskipun sudah didahului oleh pembai’atan Syaikh Mullah umar. Jika Abu Bakar Al-Baghdadi pada mulainya telah berbai’at kepada Syaikh Aiman Az-Zawahiri Hafizhahullah, maka tentu tidak halal baginya untuk mengklaim sebagai khilafah. Adapun jika belum ada bai’at di pundaknya, maka Syaikh Mullah Umar sudah lebih dahulu dibai’at daripada dirinya. Maka, tidak ada pilihan bagi Abu Bakar Al-Baghdadi kecuali menjadi bagian dari Syaikh Mullah Umar.
  2. Tujuan Khilafah adalah menyatukan kaum Muslimin dan menghindari perselisihan. Maka, hendaknya ia memerhatikan hal-hal yang dapat mengantarkan kepada tujuan tersebut ketika mengumumkan khilafah. Akan tetapi, pemilihan Abu Bakar Al-Baghdadi ini jutru datang pada saat terjadi kekacauan besar di dalam barisan Mujahidin. Selain itu, konsekuensi dari musyawarah yang Allah perintahkan bukanlah berupa monopoli/pemaksaan dari salah satu kelompok yang bertikai terhadap kelompok lain dengan cara seperti ini, padahal masih memungkinkan untuk melakukan musyawarah (antara pihak yang bertikai). Maka yang tampak dari deklarasi ini justru ada kesan bahwa ia dilakukan dengan tujuan menyingkirkan jama’ah tertentu dan memaksa jama’ah itu tunduk kepada jama’ah yang berselisih dengannya. Hal ini akan menambah dan semakin memperdalam perselisihan itu. Kemudian parahnya lagi, para ikhwah yang ada di “Daulah Islamiyah” selaku pemilik inisiatif, memilih seorang pemimpin dari kalangannya. Jika saja mereka memilih seseorang dari luar jama’ah mereka, maka hal itu akan lebih diterima dan lebih mudah disepakati.
  3. Manakala “Daulah Islamiyah” telah berdiri melalui deklarasi khilafah, ia bertindak seakan-akan di negeri-negeri kaum Muslimin tidak ada Imaroh Syar’iyyah lain yang sah! Mereka tidak bermusyawarah dengan Imarah Taliban dan tidak bekerjasama dengannya, mengapa ? Apakah Daulah tidak menganggapnya sebagai Imarah Syar’iyyah yang sah ? Jika mereka menganggapnya sebagai Imarah yang sah, dengan alasan apa kalian melegitimasi keabsahannya, dan kalian katakan kepada para pengikutnya, Bai’at saya ? Jika tujuanny adalah mempersatukan kaum Muslimin di dalam satu wadah politik, maka mengapa daulah tidak membubarkan diri dan mengumumkan bergabung dengan Taliban dalam satu Frame Khilafah Islamiyah?
  4. Para Ikhwan di daulah Islamiyah (ISIS) telah melakukan kesalahan dengan menyeru semua orang untuk membatalkan bai’at kepada para pemimpin yang telah dibai’at sebelum mereka, dan mempropokasi para Mujahidin untuk melepas ketaatan kepada para komandan mereka. Seruan ini bisa saja menimbulkan fitnah yang besar jika sebagian orang mengikuti mereka dan sebagian lagi menentang mereka.”

 

Bersambung …

Sumber : I’lanul Khilafah Fi Mizanisy Syar’i

 

Baca juga, DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI (ISIS) MENGHANCURKAN PUNGGUNG JIHAD DI NEGERI SYAM