DUNIAEKAPRESS.COM (17/10/2019)- Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Rabu (16/10) mengatakan, sikap terburu-buru dari berbagai partai regional Arab untuk melakukan normalisasi dengan Israel secara tidak langsung telah mendukung pemerintah Amerika Serikat dalam kontribusinya terhadap eskalasi serangan pemukim Zionis ke tempat suci ummat Islam di Al-Quds.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan bahwa serangan terhadap tempat suci ummat ini terjadi di bawah pemerintahan Zionis yang bertindak semena-mena dalam aksinya dan telah menabrak semua hukum dan norma-norma kemanusiaan yang berlaku.

“Meningkatnya penodaan Zionis terhadap kesucian bangsa Palestina terjadi atas dukungan dan bantuan secara terus menerus dari pemerintah Amerika Serikat disamping beberapa partai regional yang melakukan normalisasi dengan Israel,” ujar Qassem seperti yang diberitakan Pusat Informasi Palestina, Rabu (17/10/2019).

Baca Juga:

DUKUNG PERJUANGAN PALESTINA, KERABAT SYAIKH SALMAN AL-AUDAH DITANGKAP

“Rakyat Palestina akan senantiasa melindungi kesucian Al-Aqsha dengan semua apa yang mereka miliki. Mereka akan terus melanjutkan perjuangannya hingga terbebasanya tempat suci mereka dan terusirnya penjahahan Zionis dari semua tanah yang mereka miliki,” tegas Qassem.

“Al-Quds akan tetap menjadi mahkota Palestina, detak jantungnya, ibu kota negaranya dan akan tetap menjadi identitas bangsa Arab Palestina. Semua rencana Yahudisasi takkan berlangsung begitu saja,” tambahnya.

Lebih dari 600 pemukim telah menodai halaman Masjid Al-Aqsa di Al-Quds terjajah. Mereka datang dengan kawalan ketat keamanan polisi Israel dan pasukan khusus bersenjata.