DUNIAEKSPRESS.COM (18/10/2019)- Pasukan penjajah Israel kemarin menangkap Syaikh Ismail Nawahda, seorang penceramah tetap di Masjid Al-Aqsha, di pos pemeriksaan Qalandia di Tepi Barat yang diduduki, kantor berita Wafa melaporkan.

22 warga Palestina lainnya juga ditahan kemarin dari seluruh Tepi Barat yang diduduki, kata kantor berita itu.

Sheikh Ismail Nawahda dibawa untuk penyelidikan di salah satu kantor polisi Israel di Yerusalem Barat.

Baca Juga:

HAMAS SEBUT PARA NORMALISATOR BERKONTRIBUSI NODAI AL-AQSHA

DUKUNG PERJUANGAN PALESTINA, KERABAT SYAIKH SALMAN AL-AUDAH DITANGKAP

Pengacara Palestina Khaldoun Nijm mengatakan dia dituduh oleh pendudukan Israel karena menghasut kekerasan selama khotbah yang dia berikan pada hari Jumat.

“Sheikh menolak tuduhan Israel,” kata pengacara itu, menekankan bahwa kebebasan berekspresi “adalah hak yang dijamin oleh semua undang-undang dan konvensi.”

Pengacara menyatakan keprihatinannya bahwa pendudukan Israel mungkin berencana untuk mengintervensi khotbah Jumat di Masjid Al-Aqsa melalui penahanan Nawahda.

“Otoritas penjajah Israel meningkatkan situasi di kota Yerusalem dan berusaha untuk mengganggu khotbah Jumat. Ini benar-benar ditolak,” tegasnya.

Sebelumnya, pasukan Pendudukan Israel pada Rabu siang(16/10) menangkap empat wanita warga Al-Quds dari depan Gerbang Al-Silsila Al-Quds terjajah.

Sumber-sumber di Al-Quds mengatakan, pasukan Zionis menangkap Hanadi Halawani, Khadija Khuwais, Medellin Issa dan Aida Sidawi dari gerbang Silsilah.

Menurut sumber-sumber itu, ke empat wanita tersebut dibawa ke pusat interogasi Qishla dengan tuduhan melakukan mengumandang kalimat Takbir saat penyerbuan yang dilakukan para pemukim Zionis ke Masjid Al Aqsa.