Perdagangan Abu Bakar Al-Baghdadi dengan slogan Daulah Islamiyah

Baca sebelumnya, PARA PEMIMPIN BA’ATS MENYUSUP KE DALAM TUBUH TANZHIM DAULAH (ISIS) DAN MEMBELOTKANNYA DARI VISI DAN TUJUAN JIHAD

Duniaekspress.com. (21/10/2019). Syaikh Abu Mundzir As-Sanqithi berkata, “Abu Bakar Al-Baghdadi sedang merangsang semangat para pengikutnya dengan slogan-slogan yang menjadikan mereka rela mati demi berjalan di belakangnya.

Abu Bakar Al-Baghdadi menyadari bahwa semangatlah yang mendorong kebanyakan pemuda bergabung ke jama’ah daulah (ISIS).

Perdagangan Abu Bakar Al-Baghdadi dengan slogan “Daulah Islamiyah” tidak berbeda dengan barat yang memperjual-belikan slogan “Kesetaraan”, “kebebasan”, “Hak asasi”, dan “Keadilan”. Ungkapan-ungkapan yang disuarakan untuk menipu manusia, yang pada dasarnya tidak ada di dunia nyata.

Sungguh,  Abu Bakar Al-Baghdadi menyadari bahwa orang-orang polos lugu yang mendukungnya telah menelan nikmatnya slogan ‘Tamaddudud daulatil Islamiyyati’ (Berkembangnya daulah islamiyah), lalu ia tambah kenikmatan itu dengan rasa yang lebih menarik yaitu deklarasi Khilafah.

Kemudian ia tambahkan rasa lain lagi, yaitu mewajibkan jizyah (pajak) atas kaum Nasrani.

Setelah itu ia berikan rasa baru, dengan penerapan dinar emas. Beginilah Abu Bakar Al-Baghdadi menyuguhkan rasa demi rasa untuk orang-orang tertipu, demi terjaganya loyalitas mereka padanya dan senantiasa berjalan di belakangnya.

Abu Bakar Al-Baghdadi telah bermain dalam urat saraf mereka, dengan mengajak mereka kedalam tahapan yang belum tiba saatnya tanpa ada pendahuluan, dan mengumumkan tentang beberapa kemajuan yang tidak mereka kira sebelumnya.

Alangkah bahagianya mereka, tatkala mengetahui beberapa langkah simbolisnya dalam meruntuhkan batasan-batasan negara yang terdapat dalam kesepakatan Sykes-Picot tanpa melihat motivasi-motivasi dan kesamaran (ilusi) di dalamnya.

Untuk menjadikan Khilafah itu benar-benar Khilafah –bagi orang-orang yang lugu ini- cukup dengan pengumuman mewajibkan jizyah, memerangi orang musyirik, dan mewajibkan Islam kepada setiap non Muslim.

Atau dengan memotong tangan orang ini, membunuh orang itu, dan merajam orang-orang, serta menghukum para pelanggar atas dasar “penegakan hudud”.

Maka Daulah Abu Bakar Al-Baghdadi telah membunuh dua ekor burung dengan satu batu, mengeksekusi para penentangnya, dan menyuguhkan kepada para pengikutnya yang lugu bahwa ia sedang melaksanakan hudud.

Beginilah cara pemerintahan thogut dari masa ke masa dalam mengeleminasi para penentang mereka dengan mengatasnamakan penegakan agama dan pemberantasan para perusak. Mencontoh Fir’aun tatkala ia berkata : “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir Dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”. (QS. Ghafir : 26).

Adapun penyerangan  terhadap kaum Nasrani dan kaum Yazidi, adalah sebuah langkah politik yang memang harus ditempuh oleh Abu Bakar Al-Baghdadi –dengan segala resiko, sehingga ia mampu menjadikan pasukannya merasakan hidup dalam ilusi khilafah. Dan ia ingin menegaskan pada pasukannya, bahwa merekalah satu-satunya pihak yang benar-benar menjalankan Islam pada hari ini. Karena hanya mereka sajalah yang menerapkan jizyah atas kaum Nasrani dan memerangi kaum Musyirikin.

Para penyeru slogan dusta itu, selalu membesar-besarkan penerapan syari’at untuk menipu manusia menutupi kedok mereka yang sebenarnya. Namun, orang yang jeli pasti mampu membedakan antara orang-orang yang benar-benar menangis dengan orang yang hanya pura-pura menangis.

Politik pencitraan dan promosi seperti ini tidak jauh beda dengan jubah sang Khilafah ?!

Seorang aktor kawakan tentu tidak akan lupa pentingnya kostum dengan segala aksesorisnya untuk memberikan tampilan yang sempurna kepada para penonton. Oleh sebab itu, Abu Bakaar Al-Baghdadi menampilkan kostum khusus untuk mengembalikan kenangan orang-orang lugu ini akan masa-masa khilafah Islam dahulu.

Orang-orang yang mengamati media Tanzhim Daulah Islam (ISIS) dengan gaya Holywood yang ditampilkannya, akan mengetahui bahwa mereka banyak memfokuskan tampilan daripada fokus pada hakikat yang sebenarnya.”

 

Bersambung …

 

Baca juga, SIAPA YANG BERMAIN DI WAMENA