DUNIAEKSPRESS.COM (23/10/2019)- Petinggi senior gerakan Palestina yang menguasai penuh Jaur Gaza, Hamas mengatakan, tahanan Palestina yang berada didalam penjara Saudi diinterogasi dan disiksa oleh agen asing.

“Para tahanan sedang diinterogasi dan disiksa dengan kejam oleh interogator asing dari berbagai negara.” kata Sami Abu Zuhri, seperti yang dikutip kantor berita Shehab, Selasa (22/10)

“Ada sekitar 60 tahanan Palestina di dalam penjara Saudi, termasuk beberapa pro-Hamas atau anggota Hamas,” terang Abu Zuhri, ia menambahkan bahwa beberapa dari mereka telah menghabiskan lebih dari tiga dekade di Arab Saudi dan berkontribusi untuk membangun negara.

“Penahanan mereka mengejutkan kami dan mereka karena itu tidak dibenarkan dan tidak dipahami.” ujarnya.

Baca Juga:

AS TARIK PASUKANNYA DARI SURIYAH KONVOI MELALUI KURDISTAN IRAQ

ISRAEL TANGKAP IBU BESERTA ANAKNYA DI ISSAWIYAH

Lebih lanjut Abu Zuhri mengatakan, bahwa gerakannya telah melakukan banyak upaya, termasuk menghubungi pejabat Saudi dan bukan-Saudi melalui cara langsung dan tidak langsung tetapi tidak dapat mengatur pembebasan para tahanan.

Dia menekankan bahwa gerakannya tidak berhenti bekerja untuk mengakhiri krisis, dengan menyatakan “ini tidak dibenarkan karena Saudi telah dan masih merupakan pendukung Palestina dan perjuangan mereka.”

Bulan lalu, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Hamas mengungkapkan bahwa Arab Saudi telah menangkap sekitar 60 warga Palestina terkait klaim hubungan dengan gerakan perlawanan Palestina, yang menyatakan bahwa mereka telah menghilang selama berbulan-bulan tanpa keluarga mereka mengetahui apa pun tentang keberadaan mereka.

LSM Euro-Med Observer melaporkan salah satu tahanan yang dibebaskan mengatakan bahwa ia dan yang lainnya menjadi sasaran penyiksaan fisik dan verbal.

Hamas juga mengungkapkan bahwa pejabat utamanya di kerajaan itu, Mohammed Al-Khodari, yang berusia 81 tahun, juga telah ditangkap.