DUNIAEKSPRESS.COM (23/10/2019)- Kelompok teroris komunis Kurdi (YPG/PKK), yang menggunakan nama lain “SDG” sebagai kedok untuk mendapatkan dukungan Amerika Serikat (AS) di Suriah utara mempersenjatai anak-anak untuk berperang meski telah mendapatkan kecaman dari komunitas internasional.

Teroris komunis YPG/PKK melakukan kejahatan perang dengan menggunakan anak-anak sebagai militan mereka.

Baca Juga:

ISIS GUNAKAN APLIKASI TikTok SEBAR PROPAGANDA

Menurut laporan PBB dan Human Rights Watch, YPG/PKK menggunakan anak-anak sebagai militan mereka sejak 2013.

YPG/PKK memiliki 46 militan anak pada tahun 2016, sementara jumlahnya meningkat menjadi 224 pada tahun 2017, ungkap laporan PBB itu.

Sejauh ini organisasi teroris YPG/PKK telah menyerang dua sekolah di Suriah.

Sementara itu YPG/PKK juga menggunakan 14 sekolah sebagai depot amunisi mereka di Suriah.

Tahun lalu SDG menggunakan militan anak dalam jumlah tertinggi di Suriah.

Dari 806 anak yang diidentifikasikan militan kelompok bersenjata di Suriah, 313 di antaranya berasal dari organisasi ini.

Sebanyak 40 persen pejuang anak-anak SDG adalah anak perempuan. Selain itu 20 anak di antaranya berada di bawah usia 15 tahun.

Setidaknya 119 anak perempuan terlibat aktif dalam konflik peperangan di dalam Suriah.