DUNIAEKSPRESS.COM (24/10/2019)- Rusia telah memperingatkan pasukan Kurdi untuk segera menarik diri dari perbatasan Turki-Suria atau dihancurkan oleh tentara Turki. Rusia juga mengingatkan Kurdi bahwa Amerika Serikat telah mengkhianati dan menelantarkan para pasukan Kurdi di Suriah.

Komentar yang dilontarkan Kremlin Dmitry Peskov pada hari Rabu (23/10) tersebut mengikuti kesepakatan yang disepakati pada hari Selasa antara Turki dan Rusia yang akan melihat pasukan Suriah dan Rusia dikerahkan ke Suriah timur laut untuk memindahkan pejuang Kurdi dan senjata mereka dari perbatasan.

Baca Juga:

PASUKAN KURDI REKRUT ANAK-ANAK SEBAGAI MILISI

ISIS GUNAKAN APLIKASI TikTok SEBAR PROPAGANDA

Peskov, dilaporkan bereaksi terhadap komentar utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Suriah James Jeffrey, mengeluh bahwa tampaknya Amerika mendorong Kurdi untuk tetap dekat dengan perbatasan Suriah untuk memerangi tentara Turki.

“Amerika Serikat telah menjadi sekutu terdekat Kurdi dalam beberapa tahun terakhir. [Namun] pada akhirnya, itu meninggalkan Kurdi dan, pada dasarnya, mengkhianati mereka,” kata Peskov seperti dikutip al Jazeera (23/10).

“Sekarang mereka [AS] lebih suka meninggalkan Kurdi di perbatasan [dengan Turki] dan hampir memaksa mereka untuk melawan Turki.” tambahnya.

Peskov lebih lanjut mengatakan, jika Kurdi tidak menarik sesuai kesepakatan, Peskov mengatakan penjaga perbatasan Suriah dan polisi militer Rusia harus mundur, meninggalkan Kurdi untuk berurusan dengan tentara Turki.

Satu kolom polisi militer Rusia tiba di kota Kobane di Suriah utara, kata kementerian pertahanan Rusia pada hari Rabu, menurut kantor berita TASS.

Polisi militer akan membantu memfasilitasi penarikan pasukan Kurdi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Rabu bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin meyakinkannya bahwa pejuang Kurdi tidak akan diizinkan untuk tetap di Suriah di sepanjang perbatasan Turki dengan mengenakan “pakaian rezim”.