Abu Bakar Al-Baghdadi adalah orang pertama yang berusaha mencuri proyek-proyek jihad dan memanfaatkannya untuk kepentingan dirinya

Baca sebelumnya, MUJAHIDIN SEBELUM DEKLARASI KHILAFAH LEBIH BAIK DARIPADA SETELAHNYA

Duniaekspress.com. (25/10/2019). Syaikh Abul Mundzir As-Syinqithi berkata, “Fitnah Abu Bakar Al-Baghdadi telah merajalela atas kita. Fitnah itu telah memporak-porandakan persatuan dan memecah belah barisan, serta mengarahkan pemuda yang mencintai jihad ke ambang dua gelora api.

Pertama ; Para pemuda ini mengingkari para Masyayikh jihad, pimpinan dan tokoh-tokoh jihad, dengan memutuskan hubungan dengan mereka.

Kedua ; Mereka berlepas diri dari program-program Daulah di Iraq, yang urusannya berada di tangan Abu Bakar Al-Baghdadi saat ini, ia berbuat dengannya semau dia!

Sauadaraku, barangsiapa mencintai kekuasaan maka dikhawatirkan akan melampaui batas dan akan membuat kebid’ahan dan kesesatan baru.

Diriwayatkan bahwa Hilal bin Yasaf telah berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wassalam telah mengutus Al-Miqdad r.a. sebagai pimpinan suatu ekspedisi. Tatkala ia kembali, maka Nabi Shallallahu’alaihi wassalam bertanya padanya, “Apa pendapatmu tentang Imarah (Kepemimpinan)?” Berkata Al-Miqdad; “Wahai Rasulallah, Aku keluar dan aku merasa bahwa aku tidak lebih utama dari mereka. Dan tidaklah aku pulang melainkan aku merasa mereka semua menjadi budakku.” Maka Rasulallah berkata, “Seperti itulah sebuah Imarah, Wahai Abu Ma’bad.” Dikeluarkan oleh Al-Hakim dan dishahihkan juga disepakati oleh Ad-Dzahabi.

Sungguh, musuh-musuh proyek jihad telah berusaha menginfiltrasi kedalam jihad dengan menggunakan mata-mata di sana sini.

Tapi Abu Bakar Al-Baghdadi-lah orang pertama yang berusaha mencuri semua proyek jihad, lalu ia manfaatkan sesuka hatinya.

Daulah Islamiyah itu proyek milik semua kalangan para pemimpin jihad, para pasukan, para Ulama dan para anshar (penolong), serta untuk kaum Muslimin semuannya.

Sedangkan hari ini “Daulah” hanya menjadi milik Abu Bakar Al-Baghdadi seorang. Tidak ada yang dapat mengarahkan kemana arah Daulah melainkan dengan perintah Abu Bakar Al-Baghdadi.

Dan tidak ada seorang pun yang boleh ikut andil di dalamnya melainkan melalui izin dari Abu Bakar Al-Baghdadi yang telah keluar dari ketaatan para komandan senior, para pemikir dan pembuat keputusan. Kemudian Abu Bakar Al-Baghdadi berusaha untuk menyingkirkan siapa saja yang bersebrangan dengannya, dari kalangan para pemimpin, serta menutup telinganya dari arahan-arahan para ulama.

Kemudian ia memutus jalan bagi siapa saja dari mereka yang ingin ikut andil dalam membantu daulah, menguatkan penopang-penopangnya dengan pikiran, masukan atau arahan, manakala semua itu tidak tunduk dibawah perintah dan hawa nafsunya.

Hal ini tidak mungkin ada lagi orang yang mau mengkritiknya atau berkata kepadanya, “Mengapa kalian lakuan ini?” terlebih mengatakan, “Lakukanlah ini!” atau “Jangan lakukan itu!”

Jika yang menjadi pemimpin Majelis bukan orang yang mulia maka tidak ada kebaikan pada siapa yang dihasilkan oleh Majelis.”

Bersambung …

 

Baca juga, BEBERAPA KESALAHAN SYAR’I DALAM MENDEKLARASIKAN KHILAFAH DAULAH ISLAMIYAH (ISIS)