DUNIAEKSPRESS.COM (18/10/2019)- Selain pemipin tertinggi ISIS Abu Abakar Al-Baghdai yang tewas, juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, juga dikabarkan tewas dalam serangan milisi Kurdi dan Amerika Serikat (AS) di Suriah Utara, Ahad (27/10).

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/10), salah satu anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bawah pimpinan Kurdi menyebut, Muhajir tewas di dekat kota Jarablus, perbatasan Suriah.

Komandan Umum SDF, Mazloum Abdi, mengklaim serangan ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi. Selama ini, Muhajir dikenal sebagai tangan kanan Baghdadi.

“Al-Muhajir, tangan kanan Baghdadi dan juru bicara ISIS, menjadi target di Desa Ain al-Baydah dekat Jarablus, dalam operasi yang terkoordinasi antara intelijen SDF dan tentara AS,” kata Abdi di Twitter, dikutip dari AFP.

Baca Juga:

TRUMP KONFIRMASI KEMATIAN AL-BAGHDADI

ABU BAKAR ALBAGHDADI TEWAS MELEDAKKAN DIRI

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi kabar kematian pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Trump menyebut, Baghdadi tewas meledakkan diri setelah terjebak dalam serangan pasukan AS di terowongan Idlib, Suriah, Minggu (27/10).

“Dia (Baghdadi) mencapai ujung terowongan ketika anjing-anjing [militer] kami mengejarnya. Dia lalu mengenakan rompinya, membunuh dirinya sendiri dan ketiga anaknya. Tubuhnya termutilasi oleh ledakan. Terowongan itu ikut runtuh,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Trump mengaku mengerahkan delapan helikopter yang membawa pasukan khusus AS ke kompleks persembunyian Baghdadi. Sempat terjadi baku tembak sebelum akhirnya Baghdadi melarikan diri ke terowongan bersama tiga anaknya.
Dalam pidatonya, Trump mengaku menyaksikan siaran langsung operasi penyerangan itu di Gedung Putih bersama Wakil Presiden Mike Pence, Sekretaris Pertahanan Mark Esper dan para kepala militer gabungan.