TAAT BERAGAMA BUKAN RADIKAL
Oleh: HAF Al Batawi

DUNIAEKSPRESS.COM (2/11/2019)- Sebenarnya, apa arti radikalisme? Menurut para ahli, Pengertian Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim.

Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan Agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama.

Baca Juga:

TURKI TANGKAP PEMBANTU ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Dalam kehidupan sehari – hari kita sering menyaksikan atau mendengar seseorang diberi lebel tertentu karena cara berpakaiannya yang berbeda dengan orang kebanyakan. Misalnya, perempuan yang memakai cadar yang menutup seluruh wajahnya, atau pria yang memakai celana cingkrang dan memanjangkan jenggotnya langsung di tudih sebagai Radikal

Isue radikal sedang menjadi tranding topic belakangan ini, karena banyaknya aksi – aksi kekerasan yang terjadi yang mengatas namakan agama yang berakar dari paham radikal. Dan karena mayoritas di negeri ini penduduknya beragama Islam maka yang terpapar radikal adalah orang Islam walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa paham radikal juga bisa terpapar terhadap penganut agama diluar Islam. Jika ukuran radikalisme adalah mencapai tujuan dengan jalan kekerasan dan sangat intoleran terhadap komunitasnya maka peristiwa di Wamena juga dilakukan oleh kelompok Radikal.

Radikalisme menurut hemat saya pasti bukan dari Islam. Maka dengan rasa keadilan yang penuh siapapun termasuk pihak pemerintah tidak boleh sama sekali mengkaitkan hal ini dengan ajaran Islam. Di dalam sebuah agama apapun agamanya orang pasti ingin menjadi orang yang taat dalam agamanya. Jika orang yang taat beragama serta merta dibilang radikal, maka berapa banyak orang yang radikal di muka bumi ini?
Taat dalam beragama dan radikal sangat berbeda. Radikal hampir selalu berkonotasi negatif, sering disamakan dengan teroris. Sedang orang yang taat dalam beragama adalah orang yang tunduk terhadap aturan agamanya. Bagi orang islam tunduk terhadap aturan Allah yaitu agama Islam yang bersifat pertengahan (tawassuth), penuh dengan keadilan dan rahmatan lil alamiin dan sangat toleran dengan berbagai perbedaan.

Memerangi paham radikal tidak boleh dengan cara yang radikal. Jika pemerintah menginginkan sikap toleransi bagi seluruh penganut agama resmi di negeri ini dengan menghormati masing-masing keyakinannya, maka seluruh aparat di negeri ini harus menjadi contoh praktek toleransi yang benar. Mari sama – sama kita hormati keyakinan dan praktek beragama yang beragam di negeri ini. Orang – orang islam yang menjalankan syari’atnya dengan benar dan tidak memaksakan kehendaknya terhadap orang lain harus dilindungi dan jangan diusik. Jika kita adil dalam memberantas radikalisme maka cepat atau lambat radikalisme akan semakin berkurang di negeri ini. Tapi jika kita memberantas radikalisme dengan cara radikal dan tidak dengan keadilan saya khawatir akan membuat semakin subur berkembangnya paham radikal di negeri ini.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 8)