DUNIAEKSPRESS.COM (4/11/2019)- Afiliasi ISIS di Mesir yang dikenal dengan ISIS Sinai (ISIS Semenanjung Sinai), yang berpusat Provinsi Sinai, telah bersumpah setia kepada pemimpin baru yang diangkat oleh kelompok itu setelah kematian Abu Bakar al-Baghdadi.

ISIS Sinai, yang telah melancarkan pemberontakan terhadap negara Mesir, memposting gambar sekitar dua lusin pejuang yang berdiri di antara pohon-pohon, dengan judul yang mengatakan mereka berjanji setia kepada Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi.

Baca Juga:

BOM MOBIL HANTAM SEBUAH PASAR DI TEL ABYAD2

MISI BARU AS DI SURIYAH SETELAH TERBUNUHNYA ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Quraishi disebutkan pada hari Kamis dalam sebuah pesan audio yang juga mengkonfirmasi kematian Baghdadi dan bersumpah akan membalas dendam terhadap Amerika Serikat. Pasukan khusus AS membunuh Baghdadi dalam serangan di Suriah barat laut.

ISIS Semenanjung Sinai

Seperti diketahui, kelompok militan Semenanjung Sinai dikenal dengan nama Al Wilayat Sinai. Mereka adalah kelompok militan lokal yang menentang pemerintah Mesir karena telah bertindak represif terhadap kelompok militan Sinai.

Terhitung sejak tahun 2014 lalu, mereka pun menyatakan sumpah setia kepada kelompok ISIS yang berpusat di Raqqa, Suriah. Meski begitu telah berjanji setia kepada ISIS, sejumlah media melaporkan bahwa kelompok ini beroperasi secara otonom.

Pemimpin kelompok ini bernama Abu Osama al-Masri, Al Masri dan anak buhnya kerap beroperasi di wilayah utara Semenanjung Sinai. Wilayah ini berdekatan dengan Jalur Gaza dan Israel. Sebelum berjanji setia dengan ISIS, Al Masri kerap menyuruh anak buahnya untuk melakukan aksi teror terhadap tentara Mesir dan Israel.

ISIS telah melakukan serangan gerilya sejak kehilangan wilayah signifikan terakhirnya di Suriah pada bulan Maret, dan telah memposting puluhan klaim tanggung jawab atas serangan di beberapa negara sejak kematian Baghdadi.

Konflik di Semenanjung Sinai Mesir meningkat setelah Presiden Mohamed Mursi dari Persaudaraan Muslim digulingkan oleh militer pada 2013.

Pasukan darat dan udara Mesir melancarkan serangan besar yang berfokus pada Sinai Utara awal tahun lalu. Operasi militer dan serangan militan berlanjut di daerah itu.