Sedikitnya 51 tentara Mali tewas dalam serangan-serangan Mujahidin

Duniaekspress.com. (04/11/2019). – Bamako – Kematian sedikitnya 51 tentara Mali dalam dua serangan terpisah sejak Jumat lalu mengejutkan negara itu. Terlebih, insiden ini terjadi di tengah serangkaian serangan mematikan yang menunjukkan kelemahan pihak berwenang itu menghadapi Mujahidin.

Pada akhir September, setidaknya 40 tentara tewas dalam dua serangan terhadap tentara Mali di pusat negara itu. Sementara 49 lainnya tewas dalam serangan pada Jumat di timur laut negara itu, selain dua tentara tewas pada Sabtu.

Aminata (27) warga Bamako pun bertanya-tanya kapan hal itu berakhir. “Sebulan yang lalu kita melihat Pulkisi (salah satu dari dua kamp yang ditargetkan pada akhir September) dan sekarang Andeliman (timur laut). Kapan insiden seperti ini akan berhenti? Apakah tentara kita akan terus terbunuh?” katanya.

Ia melanjutkan, saya tidak mengerti bagaimana mungkin para penyerang dengan mudah menargetkan pangkalan militer Andeliman yang berada tak jauh dari pusat kota di siang bolong itu.

Seorang pejabat militer membenarkan bahwa para penyerang menyerbu secara mendadak pada saat jam makan siang.

Menurut laporan internal PBB, serangan di pangkalan yang terletak dekat dengan perbatasan Niger itu dari tiga arah. Mujahidin terbagi tiga kelompok dalam opersinya itu.

Mujahidin menyerang datang dengan memakai “sepeda motor”, alat transportasi pilihan untuk kelompok-kelompok jihad di Sahel. “Sedikitnya 49 prajurit tewas akibat pertempuran tersebut,” kata sumber pejabat militer.

Pada Sabtu lalu, Mujahidin Islam mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kamp Pulkisi dan juga bertanggung jawab atas serangan di Menaka, yang menewaskan seorang tentara Prancis dari Operasi French Barkhan.

Serangkaian serangan ini menimbulkan keraguan atas kemampuan militer Mali bergerak di wilayah dekat perbatasan dengan Niger dan Burkina Faso, yang menjadi basis kelompok-kelompok jihadis.

Para pengamat mengatakan bahwa tentara Mali kehilangan anggota sebanyak 100 elemen di Polkisi dan Andeliman. Mereka menegaskan bahwa hal ini akan meninggalkan bekas.

Para istri dan keluarga prajurit yang tewas menggelar demonstrasi untuk memprotes kelemahan pemerintah melindungi tentara. Sementara pemerintah belum berkomentar. (RR)

Sumber : AFP

 

Baca juga, SERANGAN MUJAHIDIN JNIM TERHADAP PANGKALAN MILITER, MEMBUKTIKAN AL-QAIDAH DI MALI MASIH KUAT