DUNIAEKSPRESS.C0M (7/11/2019)- Sebuah LSM mengengeluarkan sebuah laporan yang mengatakan bahwan, pasukan penjajah Israel telah meningkatkan operasi teror dengan menggunakan Polisi dan militer mereka di Issawiya, sebuah lingkungan Palestina di Yerusalem Timur.

Issawiya telah menjadi sasaran “operasi polisi yang agresif sejak Juni, ditandai dengan serbuan polisi yang brutal setiap hari, pelecehan sewenang-wenang, dan gangguan kekerasan sehari-hari secara keseluruhan,” kata Ir Amim, seperti yang dilansir MEMO, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut menurut LSM Ir Amin, situasi di Issawiya “telah memburuk dalam dua minggu terakhir dengan kehadiran dan operasi polisi dan para-militer yang intensif”.

Peningkatan tersebut termasuk “penangkapan anak-anak hampir setiap hari dengan mayoritas dibebaskan dalam waktu 24 jam dari penahanan mereka dan tidak ada tuntutan yang diajukan”, serta “penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi, termasuk granat kejut dan gas air mata” yang didokumentasikan.

Baca Juga:

PRIA BERPISAU SERANG TURIS ASING DI YORDANIA

PRESIDEN TURKI UMUMKAN PENANGKAPAN ISTRI AL-BAGHDADI

Dalam satu insiden, polisi menggerebek sebuah sekolah menengah setempat pada 2 November, termasuk menggunkan granat setrum.

Sebagai balasan, komite orang tua menyatakan mogok sekolah yang telah ditanggapi oleh polisi dengan menangkap dua anggota komite yang sekarang dilarang selama seminggu dari lingkungan mereka.

Kemarin, pejabat kotamadya Yerusalem mengatakan kepada orang tua bahwa tidak akan ada kehadiran polisi di dan sekitar halaman sekolah dan pemogokan ditunda.

Menurut Ir Amim, intensifikasi operasi polisi Israel baru-baru ini “tanpa alasan yang jelas ditambah dengan tidak adanya intervensi dari otoritas Israel lainnya.

“Pemolisian yang berlebihan dan kebrutalan polisi tampaknya menjadi tahap baru dalam tekanan dan kebijakan diskriminatif yang ditujukan pada populasi Palestina di Yerusalem Timur yang bertujuan untuk penindasan dan pemindahan lebih lanjut,” Ir Amim menyimpulkan.