Turki yang telah menangkap berhasil saudara perempuan, saudara ipar, dan istri al-Baghdadi

DUNIAEKSPRESS.COM (7/11/2019)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada hari Rabu (6/11), bahwasanya Turki telah menangkap istri dari mantan pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang tewas meledakan diri.

“Saya mengumumkan untuk pertama kalinya, kami juga menangkap istri al-Baghdadi,” kata Erdogan dalam sebuah upacara di ibu kota Ankara, sebagaimana yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (6/11/2019).

Erdogan mengatakan AS telah mengubah pembunuhan Baghdadi menjadi kampanye, sedangkan Turki yang telah menangkap saudara perempuan, istri dan saudara ipar pemimpin ISIS yang terbunuh dan menahannya dari itu.

Baca Juga:

SAUDARA PEREMPUAN AL-BAGHDADI TERTANGKAP

PEJUANG SURIAH GAGALKAN SERANGAN REZIM DI PEGUNUNGAN TURKMAN

Presiden Turki menggambarkan seorang teroris sebagai seseorang yang menumpahkan darah orang tak bersalah untuk tujuan sesat mereka sendiri.

“[…] Tidak seorang pun boleh menggunakan istilah ‘teror Islam’. Kami telah sering mengatakan ini kepada para pemimpin barat pada pertemuan internasional dan kami akan terus mengingatkan mereka, ”katanya.

Erdogan menekankan bahwa musuh-musuh Islam menggunakan agama untuk menyebarkan terorisme.

Sebelumnya pada hari Selasa, direktur komunikasi Turki Fahrettin Altun mengkonfirmasi penangkapan saudara perempuan Baghdadi.

“Penangkapan saudara perempuan Baghdadi adalah contoh lain dari keberhasilan operasi kontra-terorisme kami,” kata Altun dalam sebuah tweet.

“Siapa pun yang meragukan tekad kami untuk mengejar semua kelompok teror harus melihat lagi catatan pemerintah Turki dalam mengejar teroris, baik itu antara lain Daesh, PKK atau YPG,” tulis Altun dalam tweet kedua pada hari Rabu.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Baghdadi pada akhir Oktober setelah operasi malam hari khusus di provinsi Idlib, Suriah barat laut.

Sejak Turki mengakui ISIS sebagai kelompok teroris pada tahun 2013, Turki telah diserang oleh teroris ISIS beberapa kali, termasuk dalam 10 pemboman bunuh diri, tujuh pemboman, dan empat serangan bersenjata yang menewaskan 315 orang, termasuk polisi dan tentara, dan ratusan terluka.

Menanggapi serangan-serangan ini, Turki meluncurkan operasi anti-teror di dalam dan luar negeri, menetralisir 3.500 teroris ISIS dan menangkap 5.500.