DUNIAEKSPRESS.COM (8/11/2019)- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis (7/11) mengatakan, sejumlah orang-orang dekat pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang tewas di Suriah sedang berusaha masuki Turki dari Suriah.

“Sejumlah orang yang memiliki ikatan keluarga dengan al-Baghdadi yang telah ditangkap oleh Turki “hampir mencapai dua digit”, terang Erdogan, sperti yang dikutip Al Jazeera, Jumat (8/11/2019).

Komentar pemimpin Turki itu adalah upaya keduanya dalam beberapa hari untuk mempublikasikan dorongan negaranya untuk menangkap anggota Negara Islam Irak dan anggota Levant (ISIL atau ISIS) yang dekat dengan al-Baghdadi.

“Semua lingkaran dalam al-Baghdadi sebagian besar menargetkan negara kami dan orang-orang ini mencari cara untuk menetap di negara kami atau datang ke negara kami,” kata Erdogan kepada wartawan.

Baca Juga:

AKTIVIS: ERA KEBANGKITAN MUSLIMAH DI AMERIKA

HAYAT TAHRIR AL-SHAM KUASAI KOTA KAFR TAKHARIM

Sebelumnya, Presiden Erdogan dan pejabat Turki mengatakan pada hari Rabu bahwa polisi Turki menahan salah satu istri dan seorang putri al-Baghdadi.

Seorang pejabat Turki mengatakan kepada The Associated Press bahwa mereka termasuk di antara kelompok 11 tersangka ISIS yang ditahan dalam serangan di Turki selatan pada 2 Juni 2018.

Baca Juga:

PRESIDEN TURKI UMUMKAN PENANGKAPAN ISTRI AL-BAGHDADI

Kepolisian Turki mengidentifikasi istri al-Baghdadi adalah Asma Fawzi Muhammad al-Qubaysi. Pejabat itu mengatakan dia adalah istri pertama al-Baghdadi, yang diketahui memiliki empat istri.

Sebuah tes DNA berikutnya mengkonfirmasi tersangka yang mengidentifikasi dirinya sebagai Leila Jabeer adalah putri al-Baghdadi, kata pejabat itu.

Pihak berwenang Turki mengatakan mereka menangkap kakak perempuan al-Baghdadi, Rasmiya Awad, suaminya, menantu perempuan dan lima anak di kota Azaz, di provinsi Aleppo di Suriah barat laut.

Wilayah ini dikelola oleh Turki setelah kampanye militer sebelumnya yang diluncurkan pada 2016.

Erdogan mengatakan para tersangka ditahan di pusat-pusat penahanan di Turki sementara kementerian kehakiman memutuskan bagaimana menangani kasus mereka.

Al-Baghdadi meledakkan dirinya dalam serangan 26 Oktober oleh pasukan khusus AS di rumah perlindungannya yang sangat dibentengi di provinsi Idlib, Suriah. Serangan itu merupakan pukulan besar bagi kelompok bersenjatanya, yang telah kehilangan wilayah yang dikuasai di Suriah dan Irak dalam serangkaian kekalahan militer.