Apakah pembai’atan Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai khilafah adalah sah dan wajib berbai’at kepadanya?

Baca sebelumnya, DAULAH (ISIS) MEMBATALKAN LEGITIMASI SYAR’I JAMA’AH-JAMA’AH DAN TANZHIM-TANZHIM JIHAD YANG ADA

Duniaekspress.com. (09/11/2019). – (Syaikh Abul Hasan Rasyid bin Muhammad Al-Bulaidi berkata, “Setelah mendiskusikan prilaku saudara kita di (daulah ISIS) lalu mengembalikannya kepada fiqih para shabat r.a dan para ulama, kami sampai pada suatu pertanyaan yang harus dijawab dengan jelas, yaitu ;

Apakah pembai’atan Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai khilafah umum adalah sah, dan wajib berbai’at kepadanya sebagaimana yang dikatakan jubir resmi mereka ?

Maka saya jawab, dan Allah-lah yang memberikan kebenaran :

Pertama, Ba’at Imamah ‘Uzhma (kepemimpinan Umum) didapat dari mayoritas Ahlul Halli wal ‘Aqdi, menurut pendapat yang rajih. Yang berdasarkan pada musyawarah dan ridho, dengan keduanya akan dapat tercapai tujuan Imamah (kepemimpinan). Maka khalifah dan kekuasaan untuk mengatur manusia tidak terjadi kecuali dengan dua hal ; Ketaatan yang berdiri diatas ridho, dan ketaatan yang berdiri diatas paksaan. Siapa saja yang tidak berada dibawah naungan khilafah, berdasarkan dua hal ini, pada hakikatnya seorang pemimpin tidak sah menjadi pemimpin baginya.

Kedua, Majelis Syuro (daulah ISIS) tidak bisa mewakili semua ummat dan tidak pula mayoritasnya. Mereka tidak mengajak musyawarah ahlull halli wal ‘aqdi ummat ini dengan mengangkat khilafah dan deklarasinya, juga tidak mendelegasikan seorang pun untuk mengesahkan perkara yang besar ini.

Ketiga, Ada riwayat dari Khilafah Umar r.a. “Barangsiapa yang berbai’at kepada seseorang tanpa ada musyawarah dari kaum muslimin maka janganlah mengikutinya beserta orang yang bersamanya, karena (takut) akan terjadi peperangan, dalam riwayat lain disebutkan “maka hendaknya jangan berbai’at kepadanya.” Kemudian dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan, “Sesungguhnya tidak ada khilafah kecuali dengan jalan musyawarah, siapa saja berbai’at kepada seseorang tanpa didahului musyawarah, keduanya tidak bisa dijadikan pemimpin, karena (takut) akan terjadi peperangan’, lalu dari jalur Ma’mar disebutkan, “Barangsiapa menyeru kepada suatu kepemimpinan tanpa musyawarah, maka tidak halal untuk diterima.”

Dan hal itu disepakati oleh kaum muslimin di mesjid Rasulallah shallallahu’alaihi wassalam sehingga menjadi ijma’ (konsensus).

Keempat, Ahlul halli wal ’aqdi ummat ini tidak mengikuti daulah ISIS dalam tindakan-tindakannya. Tidak juga ikut membai’at Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai khilafah sebagaimana yang ia minta.. Hal ini menunjukan ketidak ridhoan mereka, juga mengungkap ketidakridhoan ummat Islam.

Kelima, Berangkat dari perkataan Umar r.a. Ijma’ Sahabat, dan tidak ikut sertanya ahlul halli wal ‘aqdi ummat ini dalam daulah ISIS yang menunjukan ketidakridhoan mereka, maka kami katakan ; ‘Bahwasannya bai’at Abu Bakar Al-baghdadi sebagai khilafah kaum muslimin tidak benar dan tidak sah. Tidak diwajibkan berpegang kepadanya. Kecuali bagi siapa saja yang ridho dengan daulah itu dan dilehernya belum terikat suatu bai’at, serta tidak boleh ada pemaksaan untuk berbai’at.’

Keenam, Hadist Ibnu Umar r.a. yang terdapat dalam shahih Muslim, ‘Barangsiapa meninggal dan dilehernya tidak ada bai’at maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah’ diperuntukan bagi Imam yang telah disepakati bersama.

Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya tentang hadist “Barangsiapa meninggal dan ia tidak memiiki seorang Imam maka ia meninggal seperti dalam keadaan jahiliyah”. Apa makna dari hadist tersebut ? Beliau menjawab, “Tahukah kamu apa itu Imam ? Imam adalah yang kaum muslimin bersepakat tentangnya. Mereka semua mengatakan bahwa ini adalah Imam. Inilah makna Imam yang dimaksud.” (Al-Musnad min Masa’il Al-Imam Ahmad karangan Al-Khalal).

Ibnu Umar r.a. menahan diri dari berbai’at pada saat terjadi fitnah dan perpecahan, beliau berkata, “Demi Allah, aku tidak akan memberikan bai’atku dalam kondisi perpecahan, dan tidak menahannya dalam kondisi berjama’ah (bersatu).” Masa’il fi Fiqhil Khilafah.

Bersambung …

 

Baca juga, CARA YANG DIGUNAKAN ADNANI (JUBIR DAULAH ISIS) DALAM MENDEKLARASIKAN KHILAFAH