DUNIAEKSPRESS.COM (10/11/2019)- Sekelompok pemukim ilegal Yahudi dengan kekuatan besar menyerang desa Al-Jaba’a, barat daya Betlehem, selatan Tepi Barat terjajah.

Seperti yang dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Sabtu (9/11/2019), mereka menyerang desa dan menembakkan senjatanya ke arah penduduk desa yang berupaya mencegah para pemukim tersebut menyerbu pusat desa. Sementara para pemukim Yahudi berkumpul di pintu masuk timur desa.

Pasukan Israel telah membangun sekitar 503 pos pemeriksaan, termasuk 474 pos di Tepi Barat dan 29 pos di Al-Quds. Lebih dari 46% dari total wilayah Tepi Barat, telah diambil alih oleh pemerintah Zionis untuk ditempatkan sekitar 800.000 pemukim ilegal tinggal di sana. Hampir setiap hari mereka melakukan penganiayaan terhadap warga di wilayah Palestina yang diduduki.

Baca Juga:

5 ORANG MENINGGAL DAN PULUHAN LAINNYA TERLUKA AKIBAT SERANGAN UDARA RUSIA DI IDLIB

Sebelumnya, seorang bocah Palestina berusia 10 tahun bernama Khadija Murad Tanouh, ditabrak oleh seorang pemukim pendatang Israel pada Rabu (2/10) malam di persimpangan Fardis di timur Betlehem, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki penjajah Israel.

Menurut sumber setempat, bocah yang menjadi korban penabrakan tersebut dibawa ke rumah sakit di al-Quds atau Yerusalem yang diduduki penjajah Israel.

Pasukan pendudukan penjajah Israel mendirikan sekitar 503 blok permukiman ilegal Yahudi di wilayah Tepi Barat dan al-Quds, sebanyak 474 permukiman ilegal di Tepi Barat dan 29 permukiman ilegal di al-Quds atau Yerusalem, yang dibangun di atas area yang luasnya lebih dari 46% dari total luas wilayah Tepi Barat dan al-Quds. Permukiman-permukiman ilegal tersebut dihuni sekitar 800 ribu pemukim pendatang Yahudi, yang hampir setiap hari melakukan penyerangan terhadap warga Palestina.

Sementara itu di hari sama, sekelompok pemukim pendatang Israel menyerang tiga bocah Palestina di depan rumah mereka di Tel Rumeida, dekat pemukiman ilegal Yahudi “Ramati Yishai”.

Sumber-sumber lokal mengatakan, sekelompok pemukim pendatang Israel menyerang dengan brutal tiga bocah Palestina dari warga Tayseer Abu Eisha, yang berusia antara 11 dan 13 tahun.