DUNIAEKSPRESS.COM (11/11/2019)- Pusat Studi Tawanan Palestina telah memantau terjadinya penangkapan terhadap sedikitnya 190 orang Palestina di al-Quds yang diduduki penjajah Israel selama bulan Oktober 2019 ini.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Ahad (10/11), LSM tersebut mengatakan bahwa di kota al-Quds secara umum terjadi tingkat penangkapan yang sangat tinggi dibandingkan dengan kota-kota di Tepi Barat lainnya.

“Hal itu menunjukkan adanya serangan yang jelas terhadap warga al-Quds untuk mencegah mereka melindungi tempat-tempat suci mereka dan membela Masjid Al-Aqsha.” kata Pusat Studi Tahanan Palestina, seperti yang dilansir Pusat Informasi Palestina, Ahad (10/11/2019).

Mereka juga menjelaskan bahwa penjajah Israel terus menarget para wanita al-Quds, terutama mereka yang bersiaga di Masjid Al-Aqsha.

Baca Juga:

LEDAKAN BOM DI TAL ABYAD, 8 WARGA SIPIL TEWAS

WANITA EKS ISIS MINTA DIPULANGKAN KE PRANCIS

Lembaga Hak Asasi Manusia yang konsen dengan masalah tawanan Palestina ini menyatakan bahwa pasukan penjajah Israel menangkap 12 wanita warga al-Quds bulan lalu.  Sementara itu penangkapan anak-anak di bawah umur mencapai 25% dari total penangkapan dari al-Quds. Total 44 kasus penangkapan anak-anak di bawah umur, termasuk 5 anak yang usianya kurang dari 12 tahun.

Pusat Studi Tawanan Palestina menyatakan bahwa pasukan penjajah Israel menangkap seorang anak setelah ditembak dan terluka parah, di al-Quds lama dengan dalih berusaha “melakukan penikaman”.

Pada bulan Oktober lalu, pengadilan penjajah Israel mengeluarkan 33 perintah deportasi untuk warga Palestina yang ditangkap dari Masjid al-Aqsha dan al-Quds.