DUNIAEKSPRESS.COM (11/11/2019)- Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, delapan orang tewas ketika sebuah bom meledak pada hari Ahad (10/11) di Tal Abyad sebuah wilayah di timur laut Suriah yang dikontrol oleh pasukan Turki dan para pejuang kemerdekaan Suriah.

Kementerian itu menyalahkan milisi YPG Kurdi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya ledakan di tenggara kota Suriah Tel Abyad yang Turki berhasil direbut Turki dalam serangan militer yang dimulai satu bulan lalu.

Baca Juga:

WANITA EKS ISIS MINTA DIPULANGKAN KE PRANCIS

TERORIS PKK/YPG LANGGAR KESEPAKATAN ZONA AMAN DI SURIYAH UTARA

Turki menghentikan kemajuan militernya ketika mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Rusia yang menyerukan agar YPG dipindahkan setidaknya 30 km dari perbatasan Suriah dengan Turki.

Desa Suluk, tempat ledakan hari Ahad tersebut, terletak sekitar 10 km selatan perbatasan. Sebuah truk kecil meledak di luar toko roti di sana, kata seorang pekerja darurat.

Tentara Turki dan pejuang pembebasan Suriah melancarkan serangan untuk membersihkan wilayah perbatasan dari YPG, yang oleh Ankara disebut sebagai kelompok teroris karena hubungannya dengan militan Kurdi yang melancarkan pemberontakan di Turki tenggara.

YPG adalah kekuatan utama di Pasukan Demokrat Suriah, sekutu utama Washington dalam pertempuran melawan Negara Islam di Suriah. Presiden A.S. Donald Trump telah menghadapi kritik domestik karena mengumumkan penarikan pasukan yang dipandang sebagai lampu hijau untuk serangan Turki.

Erdogan mengatakan Moskow dan Washington gagal memenuhi komitmen mereka berdasarkan perjanjian bulan lalu agar YPG menarik diri dari perbatasan, dan mengatakan Turki dapat melanjutkan ofensifnya jika syarat tidak dipatuhi.

Dia berbicara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon pada hari Sabtu, dan dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada hari Rabu.