Diharamkan membatalkan bai’at yang syar’i dan sah demi berbai’at kepada Abu Bakar Al-Baghdadi

Baca sebelumnya, APAKAH PEMBAI’ATAN ABU BAKAR AL-BAGHDADI SEBAGAI KHILAFAH ADALAH SAH DAN WAJIB BERBAI’AT KEPADANYA ?

Duniaekspress.com. (11/11/2019). Syaikh Abul Hasan Rasyid bin Muhammad Al-Bulaidi berkata, “Jika kita sepakat tentang kebasahan suatu Imarah (kepemimpinan) dalam jama’ah-jama’ah jihad, serta keabsahan bai’atnya untuk berjihad. Lalu bai’at itu terjadi secara syar’i dan sah, serta haram merusaknya. Dan ancaman yang ada pada hadist Ibnu Umar hanya berlaku pada khalifah yang telah disepakati oleh ummat melalui ahlul halli wa aqdi, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad rahimahullah, sedangkan bai’at Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai khilafah umum tidak benar, karena ia terjadi sebelum ada musyawarah dari ahlul halli wal aqdi ummat ini, menurut pengakuan daulah (ISIS) sendiri. Kemudian disisi lain bai’at itu terjadi pada masa fitnah dan perpecahan yang mewajibkan untuk menunggu dan berhati-hati.

Maka konsekuensi yang nampak pada benakku, Wallahu’alam, diharamkan membatalkan bai’at yang sah dan benar, yang mana bai’at itu mewajibkannya untuk mendengar dan taat kepada pemimpin suatu jama’ah tertentu, demi mengikuti bai’at yang tidak wajib.

Ibnu Arafah rahimahullah pernah ditanya tentang hukum yang berkenaan dengan bai’at kepada raja-raja, seseorang menulis sesuatu untuk berbai’at kepada seorang khilafah di lain tempat, sedangkan dia berada di negara lain yang memiliki kekhilafahan yang masih sah. Beliau menjawab : ‘Bahwa perbuatan itu termasuk melepas ketaatan, hukumnya seperti hukum orang yang memerangi. Ibnu Hayyan dalam tabaqat Fuqoha’ Qurtubah mengisahkan hal itu terjadi pada masa Abi Umar bin Abdul Malik Al-Isybili. Beliau memfatawakan hal itu setelah mengisahkan dari orang lain bahwa hal tersebut adalah bentuk keluar dari ketaatan’. (Al-Mi’yar Al-Mu’rab : 10/5).

Deklarasi khilafah telah didahului dan diakhiri dengan perselisihan dan pertikaian di kalangan Mujahidin.”

Syaikh Abul Gasan Rsyid bin Muhammad AL-Bulaidi berkata, “Deklarasi khilafah telah diawali dengan perselisihan dan diakhiri dengan perselisihan dan pertikaian dikalangan mujahidin, yang menghantarkan pada pertumpahan darah. Perselisihan itu melampaui batas Iraq dan Syam. Sehingga ummat ini pecah, seperti terpecahnya para Mujahidin disana. Maka setiap orang bertanggung jawab atas perannya, di sisi Allah Ta’ala.

Bersambung …

 

Baca juga, PENGHAPUSAN AHLUL HALLI WAL AQDI DALAM TUBUH UMMAT INI OLEH DAULAH (ISIS)