Penjajah Perancis dan Bonekanya militer Mali meluncurkan kompanye militer yang menargetkan Jihadis

Duniekspress.com. (12/11/2019). – Bamako – Penjajah Prancis dan bonekanya Pemerintah Mali, Senin (11/11/2019), meluncurkan kampanye militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok jihadis di Mali tengah. Kampanye ini digelar setelah tewasnya puluhan tentara di kamp militer mereka akibat serangan jihadis.

“Selama beberapa hari, pasukan pertahanan Mali telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pangkalan-pangkalan Jihadis di sejumlah kota di tengah negara itu,” kata pernyataan militer Mali.

Pernyataan itu mengklaim, banyak Jihadis yang dicap sebagai “teroris” terbunuh di awal operasi ini. Namun pernyataan itu tidak menyebutkan jumlahnya.

militer pemerintah boneka Mali

“Mobil dan motor (milik Jihadis) juga berhasil dihancurkan. Ditemukan dokumen identitas dari beberapa negara di kamp-kamp tersebut, juga penyitaan peralatan militer,” kata pernyataan itu.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa kampanye tersebut didukung perlindungan pasukan udara dan Militer Prancis. Operasi ini untuk membalas tewasnya sekitar seratus tentara bulan lalu.

Pihak Militer mengungkapkan bahwa tewasnya puluhan tentara bulan lalu itu merupakan kerugian terbesar yang pernah dialami tentara dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi Mujahidin Jabhah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM) dan Jihadis lainnya mengaku bertanggung jawab.

Menghadapi kenyataan ini, Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita memerintahkan “konsep baru operasi yang terutama didasarkan pada serangan”.

Serangan yang menewaskan puluhan tentara itu sendiri terjadi bertepatan dengan operasi militer Penjajah Prancis di perbatsan Mali, Niger dan Burkina Faso. Operasi itu diumumkan dengan sandi “Borgo 4”.

Borgo 4 diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan Prancis Florence Barley pekan lalu saat berkunjung ke kawasan itu. (RR)

Sumber : Sky News 

 

Baca Juga, SEDIKITNYA 51 TENTARA MALI TEWAS DALAM SERANGAN-SERANGAN MUJAHIDIN