Turki tangkap dan akan mendeportasi para Mujahidin yang mereka tuduh sebagai teroris

Duniaekspress.com. (13/11/2019). – Ankara – Tujuh warga Suriah yang ditangkap dalam operasi anti-teror di selatan Turki akan dideportasi ke negara asal mereka.

Mereka diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok Mujahidin Al Qaidah dan daesh/ISIS.

Menurut jaksa penuntut di Provinsi Adana, sembilan tersangka ditangkap pada 8 November, kemudian dua dari mereka dibebaskan oleh pengadilan.

Dia juga mengungkapkan bahwa perburuan untuk menangkap satu tersangka lainnya sedang berlangsung.

Turki sejak lama menegaskan bahwa Mujahidin yang mereka tuduh sebagai teroris yang berkewarganegaraan asing harus dipulangkan ke negara asal mereka.

Namun beberapa negara Eropa menolaknya dan mengatakan para teroris harus didenasionalisasi.

Sejauh ini, Turki sudah mendeportasi 7.500 anggota Mujahidin baik itu dari tanzhim Al-Qaidah maupun dari kelompok Daesh/ISIS, sementara 1.149 Mujahidin lainnya masih mendekam di penjara-penjara Turki.

Disisi lain, Amerika Serikat mengumumkan akan menghadiahi USD5 juta ke informan tiga pemimpin senior dari kelompok yang terafiliasi Al-Qaidah di Suriah.

Departemen Luar Negeri mengatakan mereka menginginkan informasi tiga pemimpin senior kelompok Huras al-Din, yaitu Abu Abd al-Karim al-Masri, Faruq al-Suri, dan Sami al -Uraydi.

“Mereka telah aktif di al-Qaidah selama bertahun-tahun dan tetap setia kepada pemimpinnya, Syaikh Ayman al-Zawahiri,” jelas Deplu AS.

Syaikh Al-Masri adalah warga negara Mesir sekaligus mantan anggota dewan syura Huras al-Din.

Syaikh Al-Suri, yang juga dikenal sebagai Samir Hijazi dan Abu Hammam al-Shami, bertempur di Afghanistan pada 1990-an, dan kemudian melatih para pejuang al-Qaidah di Irak.

Syaikh Al-Uraydi adalah warga negara Yordania yang dituduh terlibat dalam serangan-serangan ke Israel dan AS. (RR).

Sumber : Media AA

 

Baca juga, BERKUMPULNYA MUJAHIDIN APILIASI AL-QAIDAH DENGAN MUJAHIDIN AHLI SUNNAH LAINNYA DARI PENJURU DUNIA DALAM MEREBUT KEMBALI KOTA HAMA