Tanzhim Al Qaidah dibai’at oleh para komandan dari berbagai jama’ah, sedangkan “Daulah (ISIS)” dibai’at oleh orang-orang yang keluar dari berbagai jama’ah

Baca sebelumnya, TOKOH-TOKOH DAKWAH DAN JIHAD TIDAK MERESTUI “DAULAH” DALAM KEKELIRUANNYA

Duniaekspress.com. (15/11/2019). Syaikh Abul Hasan Rasyid bin Muhammad Al-Bulaidi berkata, “Setelah peristiwa 11 september banyak orang berbondong-bondong untuk berbai’at kepada tanzhim Al Qaidah. Bisa saja orang yang tidak mengetahui Manhaj Al-Qaidah juga ikut bergabung dengannya. Zaman terus berputar dan harus ada tahapan Tamhish (penyaringan) dan munculah hari ini bai’at daulah islamiyah (ISIS).

Namun, yang pertama yaitu bai’at terhadap Al-Qaidah dilakukan oleh para pemimpin jama’ah-jama’ah Jihad. Yang kedua, sebagian bai’at-bai’at Daulah Islamiyah (ISIS) dilakukan oleh orang-orang yang memisahkan diri dari berbagai jama’ah. Saya berharap kesalahan ini tidak terulang kembali.

Jalan ini begitu panjang, kadang ia melemahkan jiwa, sebagian orang berjatuhan, sebagian yang lainnya tergesa-gesa  memetik buahnya lalu tergelincir kakinya. Tidaklah sama orang yang ada kemungkinan mendapatkan sesuatu, dengan orang yang pantas mendapatkannya dengan menyiapkan sarana dan prasarananya. Janganlah seseorang bangga dengan kemuliaan yang ia dapatkan tanpa menggunakan akal, atau kedudukan tinggi yang ia dapatkan tanpa jalan yang mulia. Kesabaran adalah sinar, murah hati dan keramahan adalah dua hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Kesusahan tidak dapat mengalahkan banyaknya kemudahan, esok, pada pagi hari, kaum itu akan segera memuji singa.

Matahari akan segera terbit, Jangan khawatir akan kepergiannya, fajar akan terbit dari atas tanah lapang dan bukit 

“Dan dihari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Dia-lah Maha Perkasa lagi penyayang.” (QS. Ar-Rum : 4-5).

Baca juga, DAULAH (ISIS) MEMBATALKAN LEGITIMASI SYAR’I JAMA’AH-JAMA’AH DAN TANZHIM-TANZHIM JIHAD YANG ADA