Koalisi AS Berpecah dan Berselisih soal ekstradisi anggota milisi ISIS yang tertawan

Duniaekspress.com. (17/11/2019). – Washington – Amerika Serikat mendesak negara-negara yang berpartisipasi dalam koalisi internasional anti-ISIS setuju menerima kembali warga mereka anggota ISIS yang tertawan di Suriah. Namun hal itu mendapat penolakan negara-negara anggota.

Para menteri luar negeri koalisi anti-ISIS menggelar rapat di Washington untuk membahas langkah selanjutnya dalam menghadapi organisasi yang pemimpinnya Abu Bakar Al-Baghdadi terbunuh bulan lalu itu.

ISIS telah kehilangan hampir semua wilayah yang direbutnya di Suriah dan Irak tetapi tetap menjadi ancaman keamanan di Suriah dan di luar negeri. Sekitar 10.000 anggota ISIS dan puluhan ribu anggota keluarga mereka masih ditahan di kamp-kamp di Suriah timur laut yang dijaga oleh milisi Kurdi Suriah yang bersekutu dengan Amerika Serikat.

Koordinator anti terorisme AS, Nathan Sills, dalam sebuah pengarahan di Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa tidak seorang pun harus mengharapkan Amerika Serikat atau siapa pun untuk menyelesaikan masalah itu atas nama mereka. Kita semua bertanggung jawab untuk menjamin ISIS tidak bangkit kembali dan mencegah mereka melakukan tindakan ekstrem.

Amerika Serikat ingin anggota ISIS yang tertawan dipulangkan ke negara masing-masing untuk diadili atau direhabilitasi. Akan tetapi Eropa menolak keingininan AS itu. Eropa menolak mengadili warganya anggota ISIS karena alasan, sangat sulit untuk mengumpulkan bukti yang bisa menjerat mereka dan khawatir risiko serangan yang ditimbulkan mereka.

Sills memperingatkan bahwa para tawanan ISIS itu sewaktu-waktu bisa menjadi “banjir bandang” karena potensi mereka melarikan diri dari penahanan milisi Kurdi. Seperti diketahui, jelasnya, situasi di Suriah berubah-ubah dengan cepat tanpa diprediksi.

Hasil gambar untuk Internal Koalisi AS Berselisih Soal Ekstradisi Anggota ISIS yang Tertawan

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menegaskan kembali posisi negaranya bahwa militan ISIS harus dibawa ke pengadilan secepat mungkin karena kejahatan yang mereka lakukan. Ungkapan itu disampaikan sebagai bentuk penolakan kembali para militan itu.

Perwakilan Khusus AS untuk Suriah Jim Jeffrey mengatakan ada “ketidaksepakatan” di antara anggota koalisi mengenai apakah negara-negara asal kelompok militan harus menerima warga negara mereka yang ditahan.

“Ada ketidaksepakatan tentang apakah mereka harus diekstradisi atau apakah negara-negara ini akan mempertimbangkan sesuatu dan mempelajarinya secara lebih rinci,” kata Jeffrey pada konferensi pers di sela-sela pertemuan anggota koalisi di Washington pada hari Kamis. Ia menunjukkan bahwa ini masalah besar.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak anggota koalisi menerima anggota ISIS warga negara mereka dan meminta mendonorkan dana untuk merekonstruksi kembali Irak dan Suriah, yang hancur akibat perang terhadap ISIS.

“Anggota Aliansi harus mengambil kembali ribuan pejuang teroris asing yang ditahan dan meminta pertanggungjawaban mereka atas kekejaman mereka,” kata Pompeo dalam pidatonya pada pembukaan pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota koalisi. (RR).

Sumber : Reuters

 

Baca juga, ANKARA MULAI PULANGKAN TAHANAN ISIS