Setelah serang kelompok Jihad Islam, kini Israel jadikan Hamas sebagai target berikutnya. 

DUNIAEKSPRESS.COM (17/11/2019)- Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan udara terbaru di Jalur Gaza sebagai tanggapan terhadap tembakan roket dari wilayah yang dikepung itu, dua hari setelah gencatan senjata gencar diberlakukan menyusul serangkaian pertempuran yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Militer Israel mengatakan serangannya Sabtu (16/11) pagi tidak menargetkan posisi kelompok Jihad Islam tetapi lokasi milik Hamas, yang mengelola Jalur Gaza. Terkait serangan tersebut, tidak ada komentar langsung oleh Hamas.

Serangan udara menandai pertama kalinya Hamas menjadi sasaran sejak eskalasi yang dimulai pada Selasa pagi dengan pembunuhan yang ditargetkan Israel atas Bahaa Abu al-Atta, seorang komandan tertinggi Jihad Islam, kelompok terkuat kedua di kantong itu setelah Hamas.

Baca Juga:

RADIKALISME DAN TERORISME ADALAH FITNAH TERHADAP UMMAT ISLAM

INVASI ISRAEL, GAZA ALAMI KERUGIAN 3 JUTA USD

Sebelumnya, serangan Israel membunuh komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Atta di Jalur Gaza pada hari Selasa (12/11), pihak Israel mengatakan Atta telah menjadi target utama pada serangan tersebut.

Israel menuding komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Atta melakukan serangkaian serangan lintas-perbatasan dan merencanakan lebih banyak lagi serangan yang menargetkan Israel.

“Istri Al-Atta juga tewas dalam ledakan yang menghacurkan gedung di distrik Shejaia Kota Gaza sebelum fajar,” kata Jihad Islam sebagai mana dilansir Reuters, Selasa (12/11/2019).

“Dua orang lainnya terluka,” tambahnya.

Tak lama setelah itu, gerilyawan Palestina membalas dengan meluncurkan roket-roket ke Israel.

Secara terpisah, Hamas mengatakan Israel “memikul tanggung jawab penuh untuk semua konsekuensi dari eskalasi ini” dan berjanji bahwa kematian Al-Atta “tidak akan dibiarkan begitu saja”.