DUNIAEKSPRESS.COM (19/11/2019)- Menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Senin (18/11), Ankara akan melancarkan operasi militer baru di timur laut Suriah jika daerah itu tidak dibersihkan dari milisi Kurdi YPG.

Menteri Mevlut Cavusoglu dikutip dari Anadolu Agency mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia tidak melakukan apa yang diminta dalam perjanjian yang menghentikan serangan Turki terhadap milisi YPG Kurdi di Suriah timur laut bulan lalu.

Kesepakatan itu menetapkan bahwa YPG akan dihilangkang dari sebidang tanah yang berbatasan dengan Turki di timur laut Suriah.

Baca Juga:

DEMO KENAIKAN BBM DI IRAN, 40 ORANG TEWAS

Cavusoglu meminta dengan tegas agar Washington dan Moskow untuk melakukan apa yang perlu dilakukan berdasarkan kesepakatan.

“Jika kami tidak mendapatkan hasil, kami akan melakukan apa yang diperlukan, sama seperti kami meluncurkan operasi setelah mencoba dengan AS,” kata Cavusoglu, merujuk pada kerja sama dengan Washington untuk menghapus YPG dari area sebelum operasi militer Turki diluncurkan.

Ankara memandang YPG, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, sebagai kelompok teroris yang memiliki hubungan dengan militan Kurdi di tanah Turki.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Turki dan Rusia menyepakati perjanjian bersejarah tentang Suriah.

Pengumuman itu disampaikan setelah pertemuan Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut kesepakatan itu, mulai 23 Oktober pukul 12.00 waktu setempat, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan memasuki wilayah Suriah dekat perbatasannya dengan Turki di luar area Operasi Mata Air Perdamaian untuk memfasilitasi pembersihan teroris YPG/PKK dan senjata mereka ke lokasi yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Turki di Suriah utara.

Operasi tersebut harus diselesaikan dalam waktu 150 jam.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.