DUNIAEKSPRESS.COM (22/11/2019)- Sebuah laporan yang dikeluarkan pada hari Rabu (20/11) oleh lembaga yang menangani tahanan Palestina mengatakan, bahwa Israel telah menangkap dan memenjarakan 745 anak-anak Palestina terhitung sejak awal tahun 2019, banyak di antaranya menjadi sasaran berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

Menurut gambar gambar yang dikeluarkan oleh Klub Penjara Palestina (PPC), hampir 200 anak ditahan di berbagai pusat penahanan di seluruh Israel pada hari Selasa.

Angka-angka itu dirilis dalam rangka Hari Anak se-Dunia yang jatuh pada tanggal 20 November ini.

Baca Juga:

LEGALKAN PEMUKIMAN YAHUDI ADALAH PEMBANTAIAN POLITIK

HAMAS SERUKAN LAWAN, PENUTUPAN DI AL-QUDS

Laporan itu juga mengatakan bahwa anak-anak Palestina yang ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel mengalami banyak bentuk pelanggaran segera setelah mereka diambil dari rumah rumah mereka termasuk diinterogasi dalam kondisi yang sangat keras dan tanpa kehadiran orang tua atau pengacara mereka.

“Anak-anak di bawah umur tidak diberi hak atas pendidikan saat ditahan,” tambah laporan tersebut.

Beberapa anak, menurut laporan tersebut, ditolak kunjungan keluarga dan perawatan medis yang tepat. Mereka sering kehilangan makanan dan air dan dipukuli, dihina, diancam dan diintimidasi, kata laporan PPC.

Akibatnya banyak dari anak anak ini yang setuju untuk memberikan pengakuan palsu dan memberikan denda tinggi kepada mereka.

Sementara yang lain ditahan di bawah penahanan administratif, yaitu penjara tanpa dakwaan atau persidangan.

Sumber: middle east monitor