Jama’ah Daulah (ISIS) membatasi semua lingkup Islam dengan pembunuhan

Baca sebelumnya, ORANG YANG TIDAK BERBAI’AT KEPADA JAMA’AH DAULAH MEREKA HUKUMI MURTAD

Duniaekspress.com. (21/11/2019). Syaikh Abu Firas As-Suri berkata, “Ada perbedaan antara kesalahan dan manhaj. Pembunuhan yang mereka lakukan adalah Mumanhaj (sistematis), bukti bahwa pembunuhan itu sistimatis adalah Allah memerintahkan untuk membunuh dengan cara tertentu dan melarang cingcang, mereka malah membawa ide baru yang datang dari Hollywood untuk diterapkan dalam pembunuhan. Sesekali mereka membunuh dengan menaruh pembungkus kurteks di leher dan meledakannya. Sesekali mereka membunuh dengan meletakkan ranjau di dalam mobil, lalu yang meledak banyak orang. Dilain waktu mereka membunuh dengan RPG. Kadang-kadang menenggelamkan seseorang ke dalam air, lalu diambil gambarnya untuk melihat bagaimana mereka mati.

Kadang membunuh dengan cara membakar. Ini semua bentuk dari mutslah (mencingcang), tidak seperti ini Allah memerintahkan.

Rasulallah Shallallahu’alaihi wassalam bersabda, ‘Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik’. Mereka mencingcang orang yang telah terbunuh, mencingcang mayat. Ini bukanlah sikap perwira dan pahlawan. Orang itu telah meninggal maka selesai, mengapa kamu mencingcangnya? Ini menunjukan penyakit jiwa yang akut dan kedengkian yang dalam di hati. Kalau tidak, meskinya pembunuhan itu menerapkan batasan.

Kita harus menerapkan pembunuhan dengan cara yang telah Allah perintahkan. Bahkan, negara-negara kafir menerapkan cara pembunuhan yang mereka anggap gampang. Jika orang itu belum mati juga mereka menembaknya dengan peluru yang dinamai dengan peluru kasih sayang.

Asas-asas Islam melarang semua ini. Mereka mengira ini adalah Islam, maka mereka membatasi Islam dengan segala lingkupnya dengan pembunuhan.”

Bersambung …

 

Baca juga, DIHARAMKAN MEMBATALKAN BAI’AT YANG SYAR’I DAN SAH DEMI BERBAI’AT KEPADA ABU BAKAR AL-BAGHDADI