Duniaekspress.com, 22 November 2019. Kematian Al-Baghdadi, Amir ISIS begitu menyentak. Lama tak terdengar, tetiba terdengar sudah dihabisi pasukan Amerika. Tentu hal ini sangat menyakitkan bagi para ghuluwer khawarij pengikut ISIS. Karena diantara mereka ada yang memiliki keyakinan bahwa Al-Baghdadi adalah imam Mahdi yang dinantikan. Dan sekarang Mahdi yang diyakini sudah mati dibantai pasukan Amerika. Tentu pendapat keliru -menganggap Al-Baghdadi sebagai Mahdi yang dijanjikan- ini ditentang mayoritas ISISER. Namun begitulah mereka. Sesama ghuluwer pasti akan saling menguatkan.

Kembali kepada kematian Amir ISIS, Sejatinya tulisan ini adalah tulisan yang sudah “usang” karena kematian Al-Baghdadi sudah diumumkan Amerika dalam rilis resmi mereka. Namun ada beberapa catatan yang harus dianalisa. Diantaranya adalah kematian Al-Baghdadi di Barisha disinyalir terjadi di salah satu rumah komandan atau tokoh Al-Qaeda Syam. Nama tokoh tersebut adalah Al Qaid Al Mujahid Abu Muhammad Al Halabi. Beliaulah yang disinyalir melindungi dan memberikan rumah aman untuk Al-Baghdadi. Sikap Abu Muhammad ini menyulut gesekan dengan HTS.

Untuk beberapa jam atau bahkan beberapa hari paska serangan pasukan Amerika atas sebuah rumah di desa Barisha, distrik Harem provinsi Idlib, pemberitaan masih simpang siur. Saat itu pemerintah Amerika belum memberikan rilis resmi. Namun, banyak pengamat dan tokoh jihad melihat berita serangan ini sebagai bukti kuat deal-dealan (kesepakatan) antara ISIS dengan Al-Qaeda Suriah yang diwakili oleh Anshar At-Tauhid dan Hurras Ad-Dien. Dan tentu kabar ini membuat berang banyak kelompok yang di’habisi’ ISIS.

Diberitakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan khusus Amerika menggunakan 6 helikopter Apache dan didukung oleh pesawat jet serta drone. Berita awal yang tesebar adalah serangan kepada elit Al-Qaeda di Suriah yaitu salah satu tokoh Hurrasatuddien. Namun mengherankan beberapa hari kemudian rilis resmi serangan tersebut, bahwa yang terbunuh adalah Al-Baghdadi. Bahkan menurut kabar dari pejabat Pentagon, selain Al-Baghdadi, dua istrinya juga ikut terbunuh.

Padahal sebelumnya, analisa yang tersebar serangan itu adalah serangan kepada elit Al-Qaeda Suriah. Bahkan berita dari garis depan juga menguatkan hal yang sama. Hingga salah seorang senior jihadis di Indonesia menguatkan analisa yang sama dan menuliskan pesannya kepada penulis sebagai berikut, “Yg terjadi adalah rumah tokoh Hurras Ad-Dien yang dibom dengan drone sehingga beliau dan keluarganya syuhada, nahsabuhum. Yang aneh adalah media AS, Trump, mengumumkan Amir ISIS, al Baghdadi dan para istrinya yang terbunuh. Wallohu a’lam. Berita terbunuhnya tokoh Hurras Ad-Dien shohih sedangkan berita terbunuhnya Al-Baghdadi saat itu masih perlu klarifikasi, apalagi sudah keenam kalinya berita terbunuhnya Al-Baghdadi disiarkan oleh media kufur.”

Akhirnya diketahui, tidak hanya Al-Baghdadi dan isteri-isterinya yang terbunuh, selain mereka Abul Hasan Al-Muhajir, juru bicara media ISIS, juga terbunuh. Diberitakan dari internal ISISER bahwa Abul Hasan Al-Muhajir sedang berupaya menggunakan penyelundup dari Idlib ke Jarablus untuk mencari rumah aman baru bagi Amirnya, Al-Baghdadi.

Akibat dari tersebarnya berita Hurras Ad-Dien membantu Al-Baghdadi, HTS dikabarkan sempat gesekan dengan Hurras Ad-Dien. Bahkan HTS memerintahkan prajuritnya untuk menindak masjid-masjid yang mengadakan shalat ghaib untuk Al-Baghdadi. Tentu tindakan Hurras Ad-Dien mengundang pertanyaan besar, “Untuk alasan apa Hurras Ad-Dien membantu ISIS yang sudah jelas-jelas ghuluw dan berubah menjadi jamaah khawarij yang haus darah?” Hal ini tentu akan membuat banyak orang bertanya-tanya.

Hukum bergaul, berinteraksi dan bersinergi dengan khawarij ISIS

Mungkin banyak yang bertanya, “Apa hukumnya berinteraksi atau bergaul dengan anggota ISIS yang sudah berubah?” Atau bergaul dengan mantan pendukung ISIS? Atau -lebih tegas lagi- apa hukumnya bersinergi dengan mereka? Padahal mereka adalah kelompok yang terkenal dengan pengkhinatan dan taqiyahnya. Syaikh Abu Qatadah pernah memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beliau menuliskan, “Bagaimana berinteraksi dengan para pengikut khawarij yang sudah taubat?”

Syaikh Abu Qatadah -semoga Allah menjaganya- berkata, “Berinteraksi dengan mereka seperti berinteraksi dengan jalalah (kotoran). Kamu letakkan di tempat yang baik hingga bersih. Khususnya telah diketahui karakter taqiyah mereka. Orang yang berakal telah mengabarkan bagaimana pengkhianatan mereka. Bagaimana mereka berjalan dengan taqiyah. Taqiyah adalah agamanya khawarij hari ini tanpa pengecualian. Hal itu diketahui oleh siapa saja yang berinteraksi dengan mereka walaupun hanya selangkah. Mereka adalah para pendusta. Mereka menambahkan kesesatan atas khawarij klasik yang tidak berdusta dan berkhianat.”

Namun sangat disayangkan. Pada sebagian ikhwan atau orang-orang yang jujur, mereka tetap menerima khawarij ISIS. Dengan alasan ukhuwah. Padahal mereka ini adalah racun yang berbahaya. Salah satu yang disesalkan pula adalah sikap para tokoh Al-Qaeda Suriah yang disinyalir membantu dan menyembunyikan Al-Baghdadi. Apakah mereka lupa dengan kajahatan-kejahatan ISIS. Syaikh Abu Qatadah pernah mengingatkan, “Jangan pernah lengah dengan sejarah mereka. Jangan pernah lupa dengan kejahatan-kejahatan mereka.” Padahal jauh sebeleum hari ini, Syaikhul Islam sudah meyesatkan mereka dan menerangkan bahaya mereka, beliau berkata:

ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟْﺄُﻣَّﺔَ ﻣُﺘَّﻔِﻘُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻡِّ ﺍﻟْﺨَﻮَﺍﺭِﺝِ ﻭَﺗَﻀْﻠِﻴﻠِﻬِﻢْ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺗَﻜْﻔِﻴﺮِﻫِﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻟَﻴْﻦِ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﻳْﻦِ ﻓِﻲ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻭَﺃَﺣْﻤَﺪ ﻭَﻓِﻲ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻧِﺰَﺍﻉٌ ﻓِﻲ ﻛُﻔْﺮِﻫِﻢْ

Umat ini telah sepakat untuk mencela khawarij serta menyesatkan mereka. Namun mereka berselih pendapat terkait dengan pengkafiran khawarij. Mereka terbagi menjadi dua pendapat yang populer dalam mazhab Mãlik dan Ahmad. Dan dalam mazhab Syafi’ĩ juga ada perselihan terkait pengkafiran khawarij.

Perhatikan pula nasehat Syaikh Abu Qatadah -semoga Allah menjaganya- berikut, “Tema khawarij menurut para pemikir dan ulama adalah tema yang bahaya. Tidak diperbolehkan berinteraksi dengan mereka hanya karena niatan baik kepada mereka. Jangan pernah lengah dengan sejarah mereka. Jangan pernah lupa dengan kejahatan-kejahatan mereka. Dan begitu juga, jangan lupa dengan apa yang terpendam pada hati orang-orang beriman yang mengetahui kejahatan-kejahatan mereka. Orang-orang, baik para jihadis dan kaum muslimin menyaksikan pembunuhan saudara-saudara dan tokoh-tokoh mereka dengan cara yang batil.”

Mereka, ISIS, tak ubahnya seperti yang disampaikan Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Suwaid bin Ghaflah, Ali berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

: ﻳَﺄْﺗِﻲ ﻓِﻲ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻗَﻮْﻡٌ ﺣُﺪَﺛَﺎﺀُ ﺍﻟْﺄَﺳْﻨَﺎﻥِ ﺳُﻔَﻬَﺎﺀُ ﺍﻟْﺄَﺣْﻠَﺎﻡِ ، ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮِ ﻗَﻮْﻝِ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ ، ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ ، ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺇِﻳﻤَﺎﻧُﻬُﻢْ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ ، ﻓَﺄَﻳْﻨَﻤَﺎ ﻟَﻘِﻴﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮﻫُﻢْ ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻗَﺘْﻠَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ .

“Akan datang di akhir zaman kaum yang berusia belia dan akal mereka pendek. Mereka mengatakan perkataan sebaik-baik perkataan makhluk, namun mereka keluar dari Islam sebegaimana keluar melesatnya anak panah dari busur. Iman mereka tidak melwati tenggorakkan mereka. Di mana saja kalian menemukan mereka maka bunuhlah mereka. Karena membunuh mereka berpahala untuk orang yang membunuh mereka.” (HR. Bukhari no. 6930 dan Muslim no. 1771).

Dalil diatas adalah salah satu dalil yang digunakan para ulama untuk pengkafiran mereka. Dan di antara yang berpendapat pengkafiran mereka adalah Al Hasan bin Muhammad bin Ali dan satu riwayat dari imam Syafi’i dan imam Malik. Begitu juga beberapa kelompok dari ahlil hadis juga mengkafirkan mereka. (lihat Al-Ibanah As Shughra dan Al Mughni). Dan di antara yang berpendapat kafirnya khawarij dari kalangan ulama kontemporer adalah yang mulia Syaikh Bin Baz.

Terakhir. Pertimbangkanlah Syaikh Abu Qatadah -semoga Allah menjaganya- berikut jika kita tetap ingin berbaik hati dan membangun kerjasama dengan mereka, “Demi Allah, fitnah khawarij ini adalah fitnah yang besar. Dan merupakan termasuk nikmat Allah atas orang yang jujur kepada Allah bahwa mereka tidak masuk ke dalam kelompok ini. Mereka tidak menghiasi kebatilan mereka. Mereka tidak mengesahkan kejahatan-kejahatan khawarij seperti orang yang melihat pengkafiran khawarij kepada kelompok jihad selain mereka adalah sebagai bentuk ta’wil yang salah. Kelompok pendukung ini jatuh ke dalam keburukan dan kesesatan yang besar sekali.”

(Ditulis oleh ST Srdg)

Baca juga,JAMA’AH DAULAH (ISIS) MEMBATASI SEMUA LINGKUP ISLAM DENGAN PEMBUNUHAN