DUNIAEKSPRESS.COM (24/11/2019)- Puluhan pemukim Israel pada Jumat malam (22/11) menyerang rumah-rumah Palestina di berbagai daerah di Al-Khalil, Tepi Barat yang diduduki, serangan tersebut melukai setidaknya 10 orang warga Palestina.

The Palestinian Information Center mengabarkan berdasarkan sumber-sumber dilapangan, bahwa dua warga Palestina menderita luka-luka setelah pemukim Israel menyerang mereka di dekat pos pemeriksaan Abu Al-Rish di Al-Khalil dan dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.

Di wilayah selatan Al-Khalil, 8 warga terluka setelah pemukim Israel, dikawal oleh tentara bersenjata, menyerang mereka dengan pentungan dan gas lada.

Menurut penduduk setempat, lima pemuda Palestina ditahan dan dilecehkan oleh para pemukim di sebuah toko di daerah Al-Sahla.

Pada Jumat malam, ratusan pemukim Israel yang datang dari berbagai pemukiman di Tepi Barat yang Diduduki menyerbu Kota Al-Khalil untuk melakukan ritual Talmud di Masjid Ibrahmi. Sementara itu, pembatasan lebih lanjut diberlakukan pada warga Palestina di daerah tersebut.

Baca Juga:

PELATIH BOM MILISI DAESH (ISIS) DITANGKAP PIHAK KEAMANAN TURKI DI SURIYAH UTARA

ISLAMOFOBIA, MUSLIMAH AUSTRALIA DISERANG SECARA BRUTAL

Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina menyalahkan peningkatan Amerika Serikat atas meningkatnya serangan pemukim Israel yang meningkat setelah menteri luar negeri AS, Mike Pompeo, mengumumkan bahwa pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina tidak lagi tidak sesuai dengan hukum internasional.

Kementerian itu juga menyerukan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, untuk mempercepat aktivasi sistem perlindungan internasional, sebelum terlambat.

Sebelumnya, pada hari Jumat (22/11), Otoritas Palestina mengutuk eskalasi kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan menyalahkan AS atas eskalasi ini, Al-Watan Voice melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri PA mengumumkan bahwa eskalasi terhadap Palestina “adalah bagian dari proyek kolonial ekspansionis yang sedang dilakukan oleh para pemukim Israel dan didukung oleh pendudukan Israel.”

Menurut pernyataan itu, eskalasi terbaru adalah agresi yang dilakukan oleh para pemukim di desa-desa Fadel, Qublan, Barqa, Kafr Al-Deek dan yang lainnya di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.