ISIS alihkan basis operasinya di wilayah Asia tenggara, suatu prediksi atau realita

Duniaekspress.com. (28/11/2019). – Kuala Lumpur – Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin memperingatkan bahwa ISIS (Daesh) bisa saja mengalihkan basis operasinya ke wilayah Asia Tenggara usai kematian pimpinan tertingginya.

Ia menyebut, usaha untuk menggagalkan ideologi ghuluw (ekstrem) ISIS akan menjadi pertempuran panjang, bahkan usai terbunuhnya Abu Bakar al-Baghdadi dalam operasi militer di wilayah barat laut Suriah pada Oktober lalu.

Malaysia menegaskan akan terus waspada terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh para pejuang yang kembali dari luar negeri, radikalisasi online, dan kemungkinan serangan lone wolf.

“Kami percaya bahwa kematian al-Baghdadi akan membuka babak lain dalam operasi teror Daesh. Setelah kehilangan banyak wilayahnya di Suriah dan Irak, Daesh juga mencari pangkalan baru,” kata Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin pada pertemuan para menteri anggota ASEAN di Bangkok, Rabu (27/11/2019).

Daesh adalah akronim berbahasa Arab untuk ISIS dan nama yang biasa digunakan Malaysia untuk merujuk ke kelompok teror tersebut.

Muhyiddin mengatakan, Malaysia telah menggagalkan 25 serangan yang direncanakan oleh milisi ISIS di Malaysia dan menangkap 512 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok tersebut dalam enam tahun terakhir.

Malaysia mengaku telah memasuki siaga satu sejak Januari 2016, ketika orang-orang bersenjata yang terafiliasi dengan ISIS melakukan serangkaian serangan di ibu kota Indonesia, Jakarta.

ISIS juga pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan granat di sebuah bar di pinggiran Kuala Lumpur pada Juni 2016 yang melukai delapan orang. Diketahui, itu adalah serangan pertama ISIS di wilayah Malaysia. (RR).

Sumber : Reuters

 

Baca juga, MILIKI KONTEN ISIS DIPONSEL, WNI DIPENJARA 1,5 TAHUN DI MALAYSIA