DUNIAEKSPRESS.COM (3/12/2019)- Pusat Tahanan Palestina mengatakan pada hari Ahad (1/12), satu warga Palestina meninggal di penjara Israel bulan lalu, sementara 360 lainnya ditahan oleh negara pendudukan, termasuk delapan wanita dan 58 anak-anak. Sami Abu Dayyak adalah tahanan yang meninggal karena dugaan kelalaian medis.

Kematian Abu-Dayyak menambah daftar jumlah tahanan Palestina yang telah meninggal sejak 1967 ketika dalam tahanan Israel menjadi 222.

Baca Juga:

IRLANDIA TAHAN MANTAN TENTARANYA YANG TERLIBAT ISIS

70 ORANG TEWAS DALAM PERTEMPURAN SENGIT DI IDLIB

PPC mencatat bahwa tujuh warga Palestina dari Jalur Gaza ditahan, termasuk dua ketika mereka sedang memancing di lepas pantai Gaza. “Gubernur Yerusalem Adnan Geith juga ditahan dan dipanggil untuk penyelidikan beberapa kali,” tambah Centre. Selanjutnya, Menteri Otoritas Palestina untuk Urusan Yerusalem, Fadi Al-Hadmi, ditahan dan dipukuli oleh pasukan pendudukan Israel.

Menurut pusat itu, delapan wanita ditahan selama November, termasuk Kifah Amouri, ibu dari tahanan Wisam Hannoun. Dia ditahan saat mengunjungi putranya di penjara.

Basel Ashour, berusia 10 tahun, dibawa oleh pasukan penjajah Israel saat ia pulang sekolah. Rida Jawabra, 11, adalah salah satu dari 58 anak yang dipegang Israel. Kedua anak tersebut berasal dari Hebron di Tepi Barat yang diduduki.

Organisasi tahanan menunjukkan bahwa dua tahanan Palestina, Mus’ab al Hindi, 29, dan Ahmed Zahra, 42, telah melakukan mogok makan masing-masing selama 69 hari dan 71 hari.

Ia menambahkan bahwa otoritas pendudukan Israel mengeluarkan 74 perintah penahanan administratif, 40 di antaranya baru. Penahanan administratif adalah mekanisme di mana Israel menahan warga Palestina tanpa tuduhan atau pengadilan, dapat diperpanjang untuk jumlah waktu yang tidak terbatas.