70 Orang tewas dalam pertempuran sengit di Idlib

Duniaekspress.com. (02/12/2019). – Idlib – Sekitar 70 orang tewas dalam 24 jam terakhir dalam pertempuran sengit di wilayah barat laut Idlib. Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, Ahad (01/12/2019), bentrokan itu antara pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya di satu sisi dan faksi jihad dan oposisi di sisi lain.

“Korban dari militer rezim 36 pasukan dan dari oposisi 33,” kata lembaga yang bermarkas di Inggris itu.

Direktur SHOR, Rami Abdul Rahman, mengungkapkan kepada media bahwa pertempuran ini merupakan bentrokan paling sengit di provinsi Idlib sejak berlakunya gencatan senjata yang diumumkan oleh rezim dan sekutu Rusia-nya.

Warga yang tedampak pertempuran ini melarikan diri ke wilayah utara. Mereka bergabung dengan ratusan ribu warga lainnya yang melarikan diri dari provinsi tersebut.

“Saya melarikan diri ke perbatasan Turki-Suriah karena takut anak-anak menjadi sasaran penembakan jet tempur terhadap desa dan kota-kota di pedesaan timur Idlib dan seringnya penembakan tanpa pandang bulu,” kata Hafiz, yang melarikan diri dari daerah itu bersama istri dan tiga anaknya dua hari lalu.

Pada Ahad pagi, kepulan asap mengepul di langit Maarat Al-Numan, lokasi target gempuran jet tempur Suriah. Target tersebut merupakan lokasi titik para pejuang oposisi.

Hasil gambar untuk pertempuran sengit di idlib

SOHR menunjukkan, pertempuran ini meletus menyusul operasi serangan balik faksi-faksi pejuang yang dipimpin Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) ke posisi rezim. Pejuang oposisi merebut sejumlah sejumlah desa, di sisi lain kabar menyebutkan militer Suriah mengambil alih kembali empat desa.

“Pertempuran masih berlangsung,” ujar Abdul Rahman.

Pada Ahad siang, jet tempur membombardir daerah-daerah yang dikuasai oleh para jihadis, yang berjarak puluhan kilometer dari garis depan. Ini mengindikasikan kemungkinan meningkatnya pertempuran.

Pertempuran ini meletus setelah beberapa hari terakhir militer rezim dan Rusia kembali meningkatkan serangan terhadap wilayah pinggiran Idlib. Serangan itu sementara belum ada pengumuman pembatalan gencatan senjata.

Idlib merupakan benteng terakhir pejuang yang berperang melawan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad, yang menguasai lebih dari 70 persen negara itu, menurut SOHR.

Pada 22 Oktober, Bashar Al-Assad melakukan kunjungan pertamanya ke wilayah tersebut sejak awal perang 2011, dan menganggap pertempuran Idlib sebagai dasar untuk menyelesaikan perang di Suriah. (RR).

Sumber : AFP

 

Baca juga, 5 ORANG MENINGGAL DAN PULUHAN LAINNYA TERLUKA AKIBAT SERANGAN UDARA RUSIA DI IDLIB