DUNIAEKSPRESS.COM (2/12/2019)- Pengantin ISIS asal Irlandia, Lisa Smith, 38, ditangkap polisi sesaat setelah mendarat di Bandara Dublin bersama putrinya pada Ahad (1/12). Mantan tentara wanita Irlandia yang menikah dengan anggota kelompok teroris di Timur Tengah itu ditangkap atas tuduhan pelanggaran terorisme.

Dia turun dari pesawat bersama putrinya yang berusia dua tahun sekitar pukul 10.30 pagi, di mana polisi telah menunggu di bandara untuk menangkapnya.

Foto-foto kedatangannya menunjukkan pengantin ISIS itu ditutupi selimut merah muda saat digiring dari pesawat. Putrinya dirawat oleh keluarganya di Irlandia, sedangkan Lisa Smith dibawa ke kantor polisi Dublin.

Baca Juga:

70 ORANG TEWAS DALAM PERTEMPURAN SENGIT DI IDLIB

Wanita itu dideportasi dari Turki pada hari Minggu pagi dan melakukan penerbangan dengan Turkish Airlines.

“Hari ini, Minggu 1 Desember 2019, di Bandara Dublin, An Garda Siochana (pasukan polisi Irlandia) telah menangkap seorang warga negara Irlandia (perempuan berusia 38 tahun) atas dugaan pelanggaran terorisme menyusul deportasinya dari Turki,” kata kepolisian Irlandia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Mirror, Senin (2/12/2019).

“Dia saat ini ditahan di stasiun Garda Dublin Selatan berdasarkan ketentuan Pasal 30 dari Undang-Undang Negara 1939 sebagaimana telah diubah,” lanjut polisi.

Smith bersama anaknya

Smith bersama anaknya

“Seorang anak, juga warga negara Irlandia, yang berada dalam asuhan perempuan (Lisa Smith) dan sekarang dirawat oleh kerabat,” imbuh polisi.

Baca Juga:

KETATNYA PENGAMANAN REUNI 212 SAMPAI MENGGUNAKAN METAL DETECTOR

Wakil Perdana Menteri Irlandia, Simon Coveney, mengatakan kepada lembaga penyiaran nasional Irlandia RTE, para pejabat telah berusaha merepatriasi Smith sejak mengetahui keberadaannya di sebuah kamp pengungsi pada bulan Maret. Dia mengatakan keprihatinan utamanya adalah anak balitanya yang merupakan warga negara Irlandia karena kewarganegaraan ibunya. Anak tersebut kini tinggal bersama keluarga Smith di Dundalk.

Pihak berwenang akan menginterogasi Smith sebelum memutuskan langkah berikutnya. Smith telah membantah ikut bertempur atau melatih para tentara perempuan.

Banyak negara Eropa dan AS telah menolak memulangkan warga negara mereka yang telah bergabung dengan ISIS.