DUNIAEKSPRESS.COM (7/12/2019)- Puluhan warga Palestina terluka pada hari ketika pasukan pendudukan Israel (IOF) melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa yang ambil bagian dalam Pawai Besar Kepulangan yang digelar di timur Gaza pada hari Jumat (6/12).

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa 37 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak dan seorang tenaga medis, menderita luka-luka akibat peluru tajam dan tabung gas air mata IOF.

Reporter Pusat Informasi Palestina mengatakan bahwa ribuan orang Palestina berbaris di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza pada hari Jumat ke-83 protes Great March of Return setelah penghentian selama tiga pekan.

Baca Juga:

TUTUPI PELECEHAN SEKSUAL PARA PASTOR, USKUP DI AMERIKA MUNDUR

ISRAEL BEBASKAN PEMIMPIN HAMAS

Sebelumnya, Komite nasional pawai kepulangan dan penghapusan blockade mengajak segenap elemen Palestina, untuk berpartisipasi luas dalam agenda Jumat hari ini, dengan tema: “Pawai Berlanjut”, dan juga menyerukan kepada segenap media massa lokal dan asing untuk meliput acara.

Seruan juga disampaikan kepada segenap warga yang hadir dalam pawai untuk tidak memberikan kesempatan kepada penjajah Israel, dan mengingatkan penjajah untuk tidak melakukan kejahatan terhadap pawai kepulangan.

Komite nasional menegaskan pawai akan terus berlanjut dengan karakter merakyat dan damai, sebagai sarana perjuangan Palestina untuk meraih kemenangan dengan hengkangnya penjajah Israel.

Rakyat Palestina menggelar aksi pawai kepulangan sejak 30 Maret 2018, dekat pagar pemisah antara Gaza dan wilayah Palestina terjajah tahun 1948, menuntut kepulangan pengungsi ke negeri tempat mereka diusir paksa pada tahun 1948, dan menuntut penghapusan blockade Gaza.

Militer Israel merespon aksi pawai secara represif, dan menembaki peserta aksi menggunakan peluru tajam, peluru karet dan gas air mata, yang menyebabkan gugurnya puluhan warga dan melukai ribuan lainnya.

Sejak pawai diluncurkan, jumlah korban meninggal di kalangan peserta aksi berjumlah 362 orang, termasuk 15 korban meninggal yang jenazahnya masih ditahan penjajah zionis, dan melukai 31 ribu lainnya, akibat tindakan represif yang dilancarkan pasukan Israel terhadap demonstran di Gaza.