DUNIAEKSPRESS.COM (10/12/2019)- Turki mengirim pulang 11 orang anggota ISIS asing asal Prancis kembali negara asal mereka. Hal itu disampaikan kementerian dalam negeri Turki, Senin (9/12/2019).

“Sebanyak 11 warga Prancis dideportasi ke negara asalnya,” demikian pernyataan kementerian Turki, seperti dilaporkan AFP.

Turki mengecam negara-negara Barat karena menolak bertanggung jawab mengambil kembali warga mereka yang pergi bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Ada sekitar 1.200 anggota ISIS asing dalam tahanan di Suriah dan Irak.

Baca Juga:

ISRAEL TAGKAP 374 WARGA PALESTINA SELAMA BULAN NOVEMBER

SERNGAN UDARA REZIM SURIAH DAN RUSIA, 19 WARGA SIPIL TEWAS

Kementerian itu menyebut pekan lalu, ada 59 teroris asing dideportasi ke negara asal mereka sejak 11 November, ketika upaya deportasi baru dimulai. Dari jumlah itu, 26 orang dikirim kembali ke Amerika Serikat dan Eropa.

“Turki bukan penjara atau hotel udara terbuka,” kata juru bicara kementerian Ismail Catakli.

Dia menegaskan, pemerintah Turki akan mendeportasi semua tersangka ISIS ke negara asal mereka.

Baca Juga:

IRLANDIA TAHAN MANTAN TENTARANYA YANG TERLIBAT ISIS

Awal Desember lalu, pengantin ISIS asal Irlandia, Lisa Smith, 38, ditangkap polisi sesaat setelah mendarat di Bandara Dublin bersama putrinya pada Ahad (1/12). Mantan tentara wanita Irlandia yang menikah dengan anggota kelompok teroris di Timur Tengah itu ditangkap atas tuduhan pelanggaran terorisme.

Dia turun dari pesawat bersama putrinya yang berusia dua tahun sekitar pukul 10.30 pagi, di mana polisi telah menunggu di bandara untuk menangkapnya.

Foto-foto kedatangannya menunjukkan pengantin ISIS itu ditutupi selimut merah muda saat digiring dari pesawat. Putrinya dirawat oleh keluarganya di Irlandia, sedangkan Lisa Smith dibawa ke kantor polisi Dublin.

Wanita itu dideportasi dari Turki pada hari Minggu pagi dan melakukan penerbangan dengan Turkish Airlines.